Menurunkan Risiko Kanker dengan Makanan Sehat dan Beraktivitas Fisik

Selain tembakau rokok, maka faktor penting lain terkait risiko kanker yang dapat dihindari adalah kontrol berat badan, pengaturan makan dan tingkat aktivitas fisik. Walaupun masih ada peran dari faktor genetik dan faktor-faktor yang berperan dalam pertumbuhan janin saat dalam kandungan, namun variasi individual juga dipengaruhi oleh beberapa faktor perilaku, seperti menghindari paparan produk tembakau, mempertahankan berat badan sehat, secara teratur melakukan aktivitas fisik sepanjang hidup, dan mengonsumsi makanan sehat bergizi lengkap secara seimbang. Tentunya perilaku sehat tersebut membutuhkan dukungan fasilitas baik secara sosial, fisik, ekonomi dan aturan lingkungan dimana seseorang tinggal.

Terkait dengan berat badan sehat, di Amerika Serikat diestimasikan bahwa kelebihan berat badan dan obesitas (kegemukan) menyumbang 14-20% kematian terkait kanker. Kelebihan berat badan dan obesitas secara pasti berhubungan dengan peningkatan risiko terjadinya beberapa kanker, seperti kanker payudara pada perempuan post-menopause, kanker kolon dan rectum, kanker Rahim, kanker ginjal dan kanker esophagus dan pankreas, sementara secara belum pasti kemungkinan berhubungan dengan peningkatan risiko kanker empedu, kanker hati, kanker kelenjar getah bening, kanker serabut saraf, kanker mulut Rahim, kanker indung telur, dan kanker prostat. Sebagai tambahan, penumpukan lemak di perut secara nyata berhubungan dengan kanker kolorektal, dan kemungkinan meningkatkan risiko kanker pankreas, kanker Rahim dan kanker payudara pada perempuan post-menopause. Bagaimana mekanisme yang mendasarinya?

Kelebihan berat badan dan obesitas akan mempengaruhi risiko kanker melalui beberapa mekaniseme, dan beberapa diantaranya adalah khusus untuk jenis kanker tertentu. Mekanisme dimaksud antara lain, melalui fungsi kekebalan tubuh dan proses peradangan, tingkat dan metabolisme dari beberapa hormon (seperti hormon insulin dan estrogen), melalui faktor yang mengatur penambahan jumlah dan ukuran sel (seperti insulin-like growth factor/IGF-1), dan melalui protein yang menyebabkan hormon menjadi lebih atau kurang tersedia di jaringan (seperti sex-hormone binding globulin/SHBG dan IGF-binding protein).

Berat badan sehat bergantung pada tinggi badan, sehingga dinyatakan sebagai indeks massa tubuh (IMT). Rumus penentuan IMT adalah sebagai berikut:

Berat badan (kg) / kuadrat Tinggi badan (m2)

Hasil IMT yang diperoleh kemudian diklasifikasikan menurut WHO untuk Asia, sebagai berikut:

Tabel 1

Klasifikasi berat badan berdasarkan IMT

IMT Klasifikasi berat badan
<18,5 Kurang
18,5 – 22,9 Sehat
23 – 24,9 Kelebihan
≥25.0 Obesitas

Nah, bagaimana caranya untuk mendapatkan dan mempertahankan berat badan sehat? Caranya adalah dengan menyeimbangkan energi yang masuk dari makanan-minuman dengan energi yang masuk (dipergunakan tubuh untuk aktivitas fisik). Bila kelebihan berat, maka kurangi kalori yang masuk dan tingkatkan aktivitas fisik. Dengan mengurangi asupan 50-100 kalori per-hari dapat mencegah kenaikan berat badan, sementara mengurangi asupan 500 kalori atau lebih per-hari merupakan cara yang umum dilakukan pada program penurunan berat badan. Di samping itu, aktivitas fisik dengan tingkatan sedang sampai berat selama 300 menit dalam seminggu dapat mencegah kenaikan berat badan ataupun mempertahankan penurunan berat pada mereka yang kelebihan berat.

Asupan kalori dapat diturunkan dengan cara mengurangi ukuran dari porsi hidangan makanan, membatasi cemilan di antara waktu makan, dan membatasi asupan makanan-minuman yang tinggi kandungan kalori, lemak dan/atau dengan tambahan gula serta kurang lengkap kandungan gizinya (contohnya: gorengan, kue kering, kue basah, permen, es krim dan minuman manis bergula). Sebaiknya, makanan-minuman tersebut diganti dengan pilihan lain seperti sayur, buah, kacang, bulir utuh, dan minuman rendah kalori. Perlu diingat bahwa hidangan makanan-minuman yang disediakan di restoran cepat saji biasanya berukuran lebih dari kalori yang dibutuhkan dan sering tinggi kandungan lemak dan gula yang tersembunyi, sementara rendah kandungan sayur, buah, kacang, dan bulir utuhnya.

Perilaku sehat yang dianjurkan tersebut harus dibentuk sejak masa anak karena akan menentukan kesehatannya di masa remaja dan masa dewasanya nanti. Faktor risiko selama masa anak dan remaja, seperti kelebihan berat badan, pola makan tidak sehat, dan kurang beraktivitas fisik akan meningkatkan risiko terjadinya kanker, penyakit jantung dan pembuluh darah serta stroke, penyakit diabetes, tekanan darah tinggi dan keropos tulang pada usia selanjutnya.

Terkait dengan aktivitas fisik, dikatakan bahwa aktivitas fisik dapat menurunkan risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker payudara, kolon, dan rahim, serta juga kanker prostat, dan kemungkinan kanker pankreas. Aktivitas fisik yang teratur akan membantu mempertahankan berat badan sehat melalui cara menyeimbangkan asupan kalori dengan keluaran energi. Selain itu, aktivitas fisik dapat membantu mencegah jenis kanker tertentu baik secara langsung maupun tidak langsung, seperti melalui regulasi hormone seksual, insulin dan prostaglandin, serta melalui efeknya terhadap sistem kekebalan tubuh.

Berikut adalah beberapa contoh aktivitas fisik sesuai tingkatannya:

Tabel 2

Aktivitas Fisik berdasarkan Tingkatannya

Aktivitas tingkat sedang Aktivitas tingkat berat
Latihan dan hobi Jalan kaki, dansa/menari, naik sepeda, sepatu roda, naik kuda, naik kano, dan yoga Lari kecil atau lari cepat, bersepeda cepat, latihan beban, berenang, lompat tali, dansa aerobik, sendra tari.
Olah raga Golf, bola voli, softball, baseball, badminton, tennis ganda Sepak bola, tennis tunggal, bola basket
Aktivitas di rumah Berkebun, membersihkan halaman Menggali, perbaikan rumah
Aktivitas di tempat kerja Berjalan, mengangkat barang Buruh bangunan, pemadam kebakaran

Berbagai bukti penelitian telah menunjukkan bahwa peningkatan jumlah aktivitas fisik akan memberikan penurunan risiko kanker lebih banyak. Namun, belum ada petunjuk mengenai intensitas tingkatan, lama dan frekuensi dari aktivitas fisik yang secara optimal dibutuhkan untuk menurunkan risiko kanker. Aktivitas fisik selama minimal 300 menit dengan tingkatan sedang selama seminggu atau 150 menit dengan tingkatan berat sepertinya dapat memberikan tambahan perlindungan terhadap kanker.

Untuk mengurangi cara hidup santai, maka berikut adalah saran yang dapat dilakukan:

  • Batasi waktu untuk nonton TV dan lakukan kegiatan selain yang menggunakan layar
  • Gunakan sepeda atau treadmill saat nonton TV
  • Gunakan tangga daripada elevator
  • Bila memungkinan berjalan atau bersepeda ke lokasi yang dituju
  • Latihan fisik saat makan siang bersama teman atau keluarga
  • Lakukan latihan fisik sesaat di tempat kerja dengan melakukan peregangan atau jalan cepat
  • Berjalan menghampiri rekan kerja dibanding dengan mengirim email
  • Berdansa atau menari dengan pasangan atau teman
  • Rencanakan liburan yang aktif dibanding berkendaraan
  • Gunakan pedometer setiap hari dan tingkatkan jumlah langkah harian
  • Bergabung dengan kelompok olah raga

Terkait dengan pola makan sehat, selain dianjurkan untuk mengutamakan konsumsi bahan makanan berasal dari tanaman (nabati), berikut adalah pemilihan bahan makanan yang dianjurkan:

  • Pilihlah makanan-minuman dengan jumlah yang mendukung untuk mencapai dan mempertahankan berat badan sehat, dengan cara:
    • Membaca label kemasan makanan sehingga dapat mengetahui ukuran porsi dan jumlah kalori yang dikonsumsi. Perlu diingat bahwa rendah atau tanpa lemak bukan berarti rendah kalori.
    • Makan makanan yang tinggi kalori dengan porsi lebih kecil.
    • Pilih sayur, buah secara utuh dan makanan rendah kalori lainnya daripada makanan2 seperti kentang goring, keripik kentang atau keripik lainnya, es krim, donat dan makanan manis lainnya.
    • Batasi konsumsi minuman bergula seperti minuman ringan, minuman olah raga dan minuman rasa buah.
    • Bila makan di luar rumah, harus selalu ingat untuk memilih makanan yang rendah kandungan kalori, lemak, dan tambahan gulanya, serta hindari ukuran porsi hidangan yang besar.
  • Batasi konsumsi daging olahan dan daging merah, dengan cara:
    • Mengurangi konsumsi daging olahan seperti dendeng, sosis, dan bakso.
    • Pilih ikan, ungas atau kacang sebagai pengganti daging merah (sapi, babi atau kambing).
    • Bila mengonsumsi daging merah, pilih yang bebas lemak dalam ukuran porsi kecil.
    • Siapkan daging, unggas dan ikan dengan cara di panggang, rebus atau kukus dibandingkan dengan di goreng atau bakar.
  • Konsumsi sedikitnya 2,5 mangkok sayur dan buah dalam seharinya:
    • Sayur dan buah harus ada di setiap hidangan makan dan cemilan.
    • Konsumsi berbagai jenis sayur dan buah setiap harinya.
    • Utamakan konsumsi sayur dan buah secara utuh, atau 100% jus sayur atau buah.
    • Batasi konsumsi saos krim, saos salad dan saos celupan sayur dan buah.
  • Pilih bulir utuh dibandingkan dengan bulir olahan (tepung):
    • Contoh hidangan makanan dengan bulir utuh, antara lain roti, pasta dan sereal dari bulir utuh, dibandingkan dengan yang terbuat dari bulir olahan, nasi merah dan nasi putih.
    • Batasi konsumsi produk olahan karbohidrat seperti kue basah, permen, sereal yang bergula dan makanan bergula lainnya.

Apakah anjuran-anjuran tersebut mempunyai alasan yang kuat dapat mencegah kanker? Beberapa penelitian menemukan bahwa mereka yang kurang mengonsumsi daging merah cenderung juga kurang mengonsumsi bulir olahan dan banyak mengonsumsi sayur dan buah. Selanjutnya, mereka yang banyak mengonsumsi daging merah, kentang, bulir olahan dan minuman-makanan bergula memiliki risiko lebih besar terkena beberapa jenis kanker atau meninggal karena kanker, sementara mengonsumsi hidangan yang banyak mengandung sayur dan buah, bulir utuh dan ikan atau ungags atau yang rendah kandungan daging merah atau olahannya berhubungan dengan rendahnya risiko terkena beberapa jenis kanker.

Apakah masih ada yang mengonsumsi minuman beralkohol? Bila ya, maka perlu membatasinya tidak lebih dari dua gelas sehari bagi laki-laki dan 1 gelas sehari bagi perempuan (karena perempuan memiliki tubuh lebih kecil dari laki-laki dan metabolisme alkoholnya lebih lambat). Konsumsi alkohol berisiko menyebabkan kanker di mulut, kerongkongan, tenggorokan, esophagus, hati, usus besar dan payudara pada perempuan. Risiko tersebut akan lebih meningkat bila konsumsi alkohol dibarengi dengan merokok. Konsumsi alkohol lebih dari tiga gelas sehari akan meningkatkan risiko kanker usus besar 1,4 kali. Dibandingkan dengan mereka yang bukan peminum alkohol, risiko kanker payudara pada perempuan 10-12% lebih tinggi untuk setiap minuman alkohol per-harinya.

Selain pedoman tersebut, perlu pula dipahami dalam pemilihan bahan makanan sehat ada keterlibatan dari bahan penambah makanan, pengolahan dan keamanan pangan terkait dengan risiko kanker, sebagai berikut:

  • Bahan penambah makanan biasanya digunakan untuk meningkatkan dan memperpanjang masa simpan makanan, dan meningkatkan warna, rasa dan konsistensi makanan. Sampai saat ini belum ada bukti ilmiah keterlibatannya terhadap risiko kanker, sementara penggunaannya pun selalu dalam jumlah kecil saja.
  • Pengolahan pangan seperti pengolahan bulir akan menyebabkan hilangnya kandungan serat dan senyawa lainnya yang berperan menurunkan risiko kanker.
  • Pengolahan daging dengan menambahkan garam atau senyawa nitrit untuk mencegah terjadinya kontaminasi bakteri atau diasap untuk pengawetan atau untuk meningkatkan warna dan rasa dengan menambahkan senyawa-senyawa tertentu yang justru meningkatkan efek karsiongenik dari bahan pangan tersebut sehingga meningkatkan risiko kanker usus besar.
  • Pengolahan sayur dan buah melalui pembekuan dan pengemasan kaleng dapat menjaga kandungan vitamin dan senyawa aktif yang dapat menurunkan risiko kanker.
  • Proses pemasakan sayur dengan energi panas akan mengurai dinding sel sehingga akan lebih memudahkan kandungan komponen yang bermanfaat untuk dicerna dan diserap, namun akan menurunkan kadungan beberapa vitamin larut air seperti vitamin B dan C.
  • Pangan organik saat ini popular di promosikan sebagai cara alternatif menanam sayur dan buah tanpa menggunakan pestisida dan herbisida kimia atau hormon dan antibiotika. Namun belum ada penelitian yang membuktikan bahwa mengonsumsi pangan organik akan lebih menurunkan risiko kanker dibandingkan dengan pangan non-organik.

Selanjutnya akan dibahas tentang pola makan dan pola aktivitas fisik yang dapat mempengaruhi risiko jenis kanker tertentu:

  • Kanker payudara:
    • Faktor risiko non-makanan, antara lain mulai haid (menars) sebelum usia 12 tahun, tidak pernah punya anak atau memiliki anak pertama saat usia lebih dari 30 tahun, terlambat memasuki usia menopause, dan memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara.
    • Faktor risiko terkait makanan, antara lain pola makan kaya kandungan sayur, buah, ungags, ikan dan hasil olah susu rendah lemak terbukti dapat menurunkan risiko kanker payudara.
    • Aktivitas fisik tingkat sedang sampai berat dapat menurunkan risiko kanker payudara pada perempuan pre dan post-menopause sebesar 25% dibandingkan dengan perempuan yang kurang beraktivitas fisik.
  • Kanker Usus besar (kolorektal):
    • Berat badan berlebih dan obesitas akan meningkatkan risiko kanker usus besar terutama pada laki-laki; dan penumpukan lemak di daerah perut (ukuran lingkar pinggang berlebih) akan meningkatkan risiko kanker usus besar.
    • Meningkatkan aktivitas fisik dapat menurunkan risiko kanker usus besar.
    • Konsumsi 100 gram daging merah atau 50 gram daging olahan akan meningkatkan risiko kanker usus besar 15-20%.
    • Asupan serat terutama dari bulir utuh berhubungan dengan penurunan risiko kanker usus besar.
    • Asupan vitamin D atau kombinasinya dengan kalsium yang banyak ditemukan di produk susu dapat menurunkan risiko kanker usus besar, namun perlu diwaspadai karena asupan tinggi kalsium dapat meningkatkan risiko kanker prostat pada laki-laki.
    • Konsumsi alkohol terutama pada laki-laki akan meningkatkan risiko kanker usus besar.
  • Kanker rahim:
    • Ada hubungan antara kegemukan dan penumpukan lemak di perut (ukuran lingkar pinggang berlebih) dengan risiko kanker rahim.
    • Ada hubunga terbalik antara tingkat aktivitas fisik dengan risiko kanker rahim.
    • Hubungan antara pola makan dengan risiko kanker rahim masih belum pasti.
  • Kanker paru:
    • Lebih dari 85% kasus kanker paru di Amerika disebabkan oleh merokok, yang akan meningkat risikonya bila dibarengi dengan kurang beraktivitas fisik dan pola makan tidak sehat.
    • Risiko kanker paru pada perokok akan lebih rendah bila mengonsumsi minimal lima porsi sayur dan buah dalam seharinya.
  • Kanker ginjal:
    • Penyebabnya sampai sekarang belum diketahui, namun cukup bukti bahwa ada hubungannya dengan kelebihan berat badan, dan kurangnya aktivitas fisik.
  • Kanker kandung telur:
    • Perempuan obes akan meningkat risikonya terkena kanker kandung telur.
    • Konsumsi sayur dan buah sejak masa remaja dikatakan dapat mengurangi risiko kanker kandung telur.
    • Ada peningkatan risiko kanker kandung telur dengan peningkatan konsumsi asam lemak jenuh.
  • Kanker pankreas:
    • Penumpukan lemak di perut lebih berisiko terhadap kanker pankreas karena kaitannya dengan gangguan toleransi glukosa dan penyakit diabetes mellitus, dibandingkan dengan kelebihan berat badan (yang diukur dengan indeks massa tubuh).
    • Risiko kanker pankreas dapat dikurangi dengan peningkatan aktivitas fisik terutama aktivitas kerja.
  • Kanker lambung:
    • Beberapa penelitian membuktikan bahwa peningkatan aktivitas fisik berhubungan dengan penurunan risiko kanker lambung.
    • Banyak penelitian juga yang membuktikan bahwa asupan sayur dan buah berhubungan dengan penurunan risiko kanker lambung, sementara asupan garam dan makanan yang diasinkan serta daging olahan berhubungan dengan peningkatan risiko kanker lambung.

Akhirnya, mari kita menyimak beberapa pertanyaan sering timbul terkait dengan pola asupan makanan, aktivitas fisik dan kanker berikut ini:

Tabel 3

Pertanyaan dan Jawaban terkait Pola Makan, Aktivitas Fisik dan Risiko Kanker

Pertanyaan: Jawaban:
Apakah konsumsi alkohol akan meningkatkan risiko kanker? Ya, terutama kanker di mulut, tenggorokan, kerongkongan, esophagus, hati, usus besar dan payudara.
Apa yang dimaksud dengan antioksidan dan apa perannya terkait kanker? Tubuh menggunakan beberapa zat gizi, komponen aktif dari makanan dan senyawa yang diproduksi tubuh untuk melindungi tubuh dari kerusakan jaringan yang secara normal terjadi akibat metabolism oksidatif. Namun, karena kerusakan jaringan tersebut akan meningkatkan risiko kanker, maka ada beberapa antioksidan yang diperkirakan dapat melindungi tubuh terhadap kanker. Antioksidan tersebut antara lain adalah vitamin C, vitamin E, karotenoid (pro vitamin A) dan beberapa fitofarmaka kandungan kompionen aktif makanan. Oleh sebab itu, konsumsi banyak sayur dan buah yang kaya akan kandungan antioksidan tersebut dapat menurunkan risiko beberapa kanker.
Apakah beta karoten menurunkan risiko kanker? Hasil penelitian masih kontro-versial sehingga tidak dianjurkan konsumsi suplemen beta karoten terutama pada perokok, karena dikuatirkan akan meningkatkan risiko kanker paru.
Apakah kalsium ada hubungannya dengan kanker? Ya, untuk perempuan konsumsi kalsium kana menurunkan risiko kanker usus besar, namun pada laki-laki konsumsi kalsium disarankan tidak melebihi anjuran karena walaupun akan menurunkan risiko kanker usus besar juga akan meningkatkan risiko kanker prostat.
Apakah konsumsi kopi akan meningkatkan risiko kanker? Belum ada bukti ilmiahnya.
Apakah suplemen gizi dapat menurunkan risiko kanker? Tidak. Walaupun pola makan kaya akan kandungan sayur, buah dan makanan nabati lainnya dapat menurunkan risiko kanker, namun belum ada bukti ilmiah bahwa suplemen gizi dapat menurunkan risiko kanker.
Apakah kandungan gizi sayur dan buah dapat dikonversi menjadi pil suplemen gizi? Tidak. Komponen-komponen yang terkandung dalam sayur dan buah secara sinergi berperan untuk memberi manfaat, yang tidak mungkin diambil semua untuk dijadikan dalam satu pil suplemen gizi.
Apakah mengonsumsi sedikit lemak akan menurunkan risiko kanker? Beberapa penelitian telah mempelajari hubungan antara efek asupan lemak dengan risiko kanker payudara, usus besar dan prostat, namun ada bukti hubungan antara asupan lemak dengan risiko kanker.
Apa yang dimaksud dengan serat makanan dan apakah dapat mencegah kanker? Serat makanan merupakan berbagai jenis karbohidrat yang tidak dapat dicerna oleh manusia. Sumbernya antara lain adalah kacang, sayur, bulir utuh, dan buah. Penelitian telah membuktikan bahwa konsumsi makanan sumber serat tersebut dapat menurunkan risiko kanker usus besar. Namun, penggunaan suplemen serat tidak secara jelas dianjurkan.
Apakah konsumsi ikan dapat mencegah kanker? Ikan merupakan sumber alamiah dari asam lemak omega-3, yang dikatakan berperan menekan pembentukan sel kanker atau menghambat pertumbuhan kanker, namun belum ada bukti ilmiahnya pada manusia.
Apa yang dimaksud dengan asam folat, dan apakah bisa mencegah kanker? Asam folat merupakan salah satu vitamin B yang secara alami dapat ditemukan di banyak sayur, kacang, buah, bulir utuh dan sereal yang difortifikasi. Dikatakan bahwa kekurangan asam folat dapat meningkatkan risiko kanker usus besar dan payudara. Namun perlu diwaspadai, suplemen asam folat justru akan meningkatkan risiko kanker prostat dan melanjutkan kanker usus besar.
Apakah bawang putih dapat mencegah kanker? Sampai saat ini belum banyak bukti bahwa komponen alium dalam bawang putih dapat mencegah kanker.
Apakah tidak boleh konsumsi daging olahan? Beberapa penelitian telah membuktikan hubungan antara banyak konsumsi daging olahan dengan peningkatan risiko kanker usus besar dan lambung. Hal tersebut dikaitkan dengan penggunaan nitrit, garam ataupun proses pengasapan yang akan meningkatan efek karsinogenik makanan tersebut.
Bagaimana proses pemasakan dapat mempengaruhi risiko kanker? Proses pemasakan yang memadai tentunya dibutuhkan untuk membunuh zat renik berbahaya yang akan menimbulkan penyakit. Namun, proses pemasakan dengan cara menggoreng, atau memanggang daging dengan suhu tinggi akan menimbulkan senyawa kimia tertentu yang dapat meningkatkan risiko kanker. Sebaliknya, proses pemasakan dengan cara merebus, mengukus, atau menggunakan gelombang pendek (microwave) dapat mengurangi pembentukan senyawa kimia tersebut.
Apakah pemanis menyebabkan kanker? Belum ada bukti ilmiah bahwa pemanis yang digunakan sehari-hari dapat menyebabkan kanker. Pemanis yang diakui keamanannya oleh BPOM antara lain adalah aspartame, sakarin dan sukralosa, asalkan dikonsumsi dalam jumlah tidak berlebihan.
Apakah kelebihan berat badan akan meningkatkan risiko kanker? Ya. Kelebihan berat badan dan kegemukan (obesitas) secara nyata berhubungan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara pada perempuan post-menopause, kanker usus besar, rahim, esophagus, ginjal dan pankreas. Kemungkinan juga akan meningkatkan risiko kanker kandung empedu, hati, kelenjar getah bening, serabut saraf, mulut rahim dan kandung telur serta prostat.
Apakah minyak zaitun (olive) mempengaruhi risiko kanker? Tidak ada hubungannya dengan risiko kanker.
Apakah pangan yang dilabel organic lebih efektif untuk menurukan risiko kanker? Belum ada bukti ilmiahnya.
Apakah kandungan pestisida dalam makanan menyebabkan kanker? Belum ada bukti ilmiahnya.
Apakah peningkatan aktivitas fisik akan menurunkan risiko kanker? Ya. Mereka yang melakukan aktivitas fisik sedang sampai berat memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara, usus besar dan rahim serta prostat.
Apa yang dimaksud dengan fitokimia dan apakah dapat menurunkan risiko kanker? Yang dimaksud dengan fitokimia adalah senyawa kimia yang secara alamiah terkandung dalam tanaman, yang memiliki efek antioksidan dan aksi seperti hormon, sehingga berperan dalam menurunkan risiko kanker. Contohnya adalah flavonoid (dalam kedelai, kacang dan teh), karotenoid (dalam pindakas, squash, blewah, dan wortel), antosianin (dalam terong dan kol merah) dan sulfid (dalam bawang putih dan bawang merah).
Apakah kandungan tinggi garam dalam makanan dapat meningkatkan risiko kanker? Kumpulan bukti menyatakan bahwa konsumsi makanan yang diawetkan dengan cara diasinkan atau dibuat acar akan meningkatkan risiko kanker lambung, nasofaring da tenggorok.
Apa itu selenium dan apakah dapat menurunkan risiko kanker? Selenium merupakan mineral yang mendukung mekanisme pertahanan antioksidan. Belum ada bukti ilmiah apakah selenium dapat menurunkan risiko kanker.
Apakah makanan olahan kedelai dapat menurunkan risiko kanker? Kedelai merupakan sumber protein yang dapat menggantikan daging. Selain itu, kedelai mengandung fitokimia (isoflavon) yang memiliki efek estrogenik lemah. Beberapa penelitian telah berhasil membuktikan bahwa konsumsi makanan olehan kedelai tradisional (tahu atau tempe) dapat menurunkan risiko kanker payudara, prostat ataupun rahim.
Apakah gula dapat meningkatkan risiko kanker? Gula akan menyumbang asupan kalori tanpa kandungan zat gizi yang dapat menurunkan risiko kanker.
Apakah minum teh (hitam ataupun hijau) dapat menurunkan risiko kanker? Teh merupakan hasil seduhan daun, kuncup ataupun ranting tanaman teh. Kandungan antioksidan, polifenol dan flavonoid dipercaya dapat mencegah kanker, namun belum ada penelitian yang telah membuktikannya.
Apakah asam lemak trans dapat meningkatkan risiko kanker? Asam lemak trans diproduksi selama pengolahan minyak nabati sehingga membentuk minyak terhidrogenasi seperti margarin, yang menjadi padat pada suhu ruang. Belum ada bukti ilmiah kaitannya dengan risiko kanker.
Apakah buah asam dan bumbu lainnya dapat menurunkan risiko kanker? Belum ada penelitiannya pada manusia.
Apakah mengonsumsi sayur dan buah dapat menurunkan risiko kanker? Walaupun bukti ilmiahnya masih lemah, namun kesimpulannya menunjukkan bahwa penurunan risiko kanker paru, mulut, kerongkongan, tenggorok, esophagus, lambung dan usus besar terkait dengan konsumsi sayur dan buah.
Apakah nilai kandungan gizi dari sayur dan buah segar, beku dan yang dikalengkan berbeda? Ya, namun semuanya masih merupakan pilihan yang baik. Walaupun dikatakan bahwa sayur dan buah segar terbaik kandungan gizinya, namun sayur dan buah beku terkadang lebih tinggi kandungan zat gizinya karena segera dibekukan setelah dipetik. Sementara sayur dan buah kaleng justru melindungi hilangnya zat gizi akibat pemanasan lingkungan. Yang penting tidak memilih sayur yang diberi pengawet garan atau buah yang diberi pengawet gula.
Apakah pemasakan dapat mempengaruhi kandungan gizi sayur? Merebus sayur apalagi dalam waktu lama akan menghilangkan vitamin larut air. Sementara menumis dengan sedikit minyak dapat meningkatkan keberadaan fitokimia yang bermanfaat, dan proses pemasakan secara umum dapat mengurai dinding sel sehingga zat gizi dan fitokimia mudah dicerna dan diserap tubuh. Yang terbaik untuk menahan zat gizi sayur adalah dengan mengukus dan menggunakan gelombang pendek (microwave). Mengonsumsi sayur segar (salad) juga akan mendapatkan kandungan zat gizinya.
Apakah harus mengonsumsi jus sayur dan buah? Jus sayur dan buah dapat merupakan cara yang baik untuk mengonsumsi sayur dan buah terutama bagi mereka yang mengalami gangguan mengunyah, dan memperbaiki proses penyerapan zat gizi. Namun, kandungan jus sayur dan buah akan berkurang dan akan meningkatkan asupan kalori.
Apakah pola makan vegetarian dapat menurunkan risiko kanker? Pola makan vegetarian berarti konsumsi rendah asam lemak jenuh dan tinggi serat, vitamin dan fitokimia, yang tentunya bermanfaat untuk menurunkan risiko kanker. Namun penelitian telah membuktikan bahwa mereka yang mengonsumi ikan tanpa daging merah memiliki risiko kanker lebih rendah dibandingkan mereka dengan pola makan vegetarian.
Apakah vitamin A dapat menurunkan risiko kanker? Secara umu vitamin A dibutuhkan dari asupan makanan untuk mempertahankan kesehatan jaringan tubuh. Namun, suplemen vitamin A tidak terbukti menurunkan risiko kanker, bahkan suplementasi vitamin A dosis tinggi dapat meningkatkan risiko kanker paru pada perokok.
Apakah vitamin C dapat menurunkan risiko kanker? Banyak penelitian yang membuktikan kaitan konsumsi makanan yang kaya kandungan vitamin C dengan penurunan risiko kanker. Namun, suplementaasi vitamin C tidak terbukti menurunkan risiko kanker.
Apakah vitamin D dapat menurunkan risiko kanker? Bukti makin meningkat terkait efek vitamin D dalam mencegah terjadinya kanker usus besar, dan masih dibutuhkan banyak penelitian terhadap kaitannya dengan pencegahan risiko jenis kanker lainnya.
Apakah vitamin E dapat menurunkan risiko kanker? Vitamin E mengandung alfa-tokoferol yang merupakan antioksidan kuat. Makanan yang kaya kandungan vitamin E nya menunjukkan efeknya dalam menurunkan risiko kanker, namun tidak demikian halnya dengan suplemen vitamin E.

Sebagai kesimpulan dari artikel ini, berikut adalah ringkasan dari pedoman tersebut.

Pedoman Nutrisi dan Aktivitas Fisik untuk Pencegahan Kanker:

  • Capai dan pertahankan berat badan sehat sepanjang hidup, yaitu dengan:
    • Turunkan berat badan sedemikian rupa sepanjang hidup namun tidak mengalami masalah kurang berat;
    • Hidari kelebihan berat di setiap tahapan usia;
    • Terlibat dalam kegiatan aktivitas fisik secara rutin dan batasi konsumsi makanan-minuman tinggi kalori merupakan strategi utama untuk mempertahankan berat badan sehat.
  • Biasakan gaya hidup aktif secara fisik:
    • Orang dewasa harus melakukan sedikitnya 150 menit aktivitas fisik tingkat sedang atau sedikitnya 75 menit aktivitas fisik tingkat berat setiap minggunya, atau kombinasi dari keduanya sepanjang minggu;
    • Anak dan remaja harus melakukan sedikitnya 1 jam aktivitas fisik tingkat sedang atau berat setiap hari, dan dengan aktivitas tingkat berat sedikitnya 3 kali dalam seminggu;
    • Batasi pola hidup santai, seperti duduk, berbaring, nonton TV ataupun kegiatan hiburan layar lainnya;
    • Lakukan beberapa aktivitas fisik selain aktivitas rutin, apapun bentuknya.
  • Konsumsi makanan sehat bergizi lengkap dengan mengutamakan makanan sumber nabati:
    • Pilih makanan-minuman dalam jumlah yang dapat mencapai dan mempertahankan berat badan sehat;
    • Batasi konsumsi daging olahan dan daging merah;
    • Makan sedikitnya 2,5 mangkok sayur dan buah setiap harinya;
    • Pilih bulir utuh dibandingkan dengan bulir olahan;
    • Bila mengonsumsi alkohol, batasi asupannya (tidak lebih dari satu gelas per-hari bagi perempuan, dan dua gelas per-hari bagi laki-laki).

Dialih-bahasakan oleh Saptawati Bardosono untuk Yayasan Kanker Indonesia

(dari judul aslinya: American Cancer Society Guidelines on Nutrition and Physical Activity for Cancer Prevention – Reducing the Risk of Cancer With Healthy Food Choices and Physical Activity)

Rujukan:

Kushi LH, Doyle C, McCollough M, Rock CL, Demark-Wahnefried W, Bandera EV et al. American Cancer Society Guidelines on Nutrition and Physical Activity for Cancer Prevention: Reducing the Risk of Cancer With Healthy Food Choices and Physical Activity. CA Cancer J Clin 2012;62:30-67

8 Responses to “Menurunkan Risiko Kanker dengan Makanan Sehat dan Beraktivitas Fisik”

  1. Heny

    Selamat pagi bapak/Ibu saya mewakili teman2 guru SD Di Nabire Papua,1 minggu yang lalu disekolah saya ada kedatangan tim peduli kanker dan mengatas nama utusan dari YAYASAN KANKER INDONESIA.Saya pertanyakan adalah apakah benar ada jual obat pencegahan kanker?

    Reply
  2. fake oakleys frogskins

    8888 A really good amount of despite the fact that women really need a great many more than a single provider pertaining to nighttime to not mention day put on.
    fake oakleys frogskins
    [url=http://www.florinmorar.net/fakeoakleys/]fake oakleys frogskins[/url]

    Reply
  3. seo

    Hello Web Admin, I noticed that your On-Page SEO is is missing a few factors, for one you do not use all three H tags in your post, also I notice that you are not using bold or italics properly in your SEO optimization. On-Page SEO means more now than ever since the new Google update: Panda. No longer are backlinks and simply pinging or sending out a RSS feed the key to getting Google PageRank or Alexa Rankings, You now NEED On-Page SEO. So what is good On-Page SEO?First your keyword must appear in the title.Then it must appear in the URL.You have to optimize your keyword and make sure that it has a nice keyword density of 3-5% in your article with relevant LSI (Latent Semantic Indexing). Then you should spread all H1,H2,H3 tags in your article.Your Keyword should appear in your first paragraph and in the last sentence of the page. You should have relevant usage of Bold and italics of your keyword.There should be one internal link to a page on your blog and you should have one image with an alt tag that has your keyword….wait there’s even more Now what if i told you there was a simple WordPress plugin that does all the On-Page SEO, and automatically for you? That’s right AUTOMATICALLY, just watch this 4minute video for more information at. Seo Plugin

    Reply
  4. sansan

    bagi penderita kanker sengat terus, meski terdengar kelas kata kata ini tapi coba di fikirkan kembali, kanker itu hanya sampah dalam tubuh selyaknya sampah harus kita buang, semudah itu kitabervikir maka semudah itu juga kanker akan terbuang, smangat semngat 😀 :D,

    Reply
  5. bahrani

    saya tdk tau hrus kemana ,mudah2an dgn adaya konentar sya ini ada yg bsa bantu saya,saya mmpuxai dua orng anak prmpuan yg bsar umur 8 thn yg kcil 5 thn istri sya meninggal 4thn yg lalu yg jd masalah anak sya yg umur 8thn kena tumor d perut yg smakn hri mkin mmbesar prnah d rawat d rmah skit skitar 1 blan tp tdk ada prubahan,krena sya kehbsan biaya anak sya sya bwa pulang ,sya sdh dftr bpjs tp tdk begitu mmbantu,monon klo ada yg bsa bntu mengarahkn sya kemna kayyasan apa aja atau pun hxa doa untuk ksmbuhan anak sya2 sngat brtrima ksihbrtrima ksih

    Reply
  6. Deden ahmad

    kesehatan di atas segala galanya,banyak orang kehilangan segala-galanya karena kesehatannya yang buruk
    cek kesehatan tubuh anda sekarang juga disini tanpa perlu repot dan tanpa mengeluarkan biaya besar,QRMA Quantum Resonance Magnetik Analyzer adalah alat yang anda butuhkan untuk kesehatan anda
    cukup hanya dengan 1 menit untuk cek kesehatan anda dengan keakuratan 90% tepat.
    klik link di bawah ini
    https://www.tokopedia.com/619shop/qrma-quantum-versi-bahasa-indonesia-medium-silver

    Reply

Leave a Reply