Peran Pemerintah Daerah Provinsi Bali dalam Penanggulangan Kanker Serviks

Gerakan Nasional Peduli dan Cegah Kanker Serviks

Gerakan Nasional Peduli dan Cegah Kanker Serviks

Kanker bukanlah semata-mata masalah kesehatan, karena dampaknya lebih luas mencakup masalah sosial, ekonomi dan pembangunan serta berimplikasi terhadap hak azazi manusia. Berdasarkan data Patologi Anatomi Yayasan Kanker Indonesia pada tahun 2010 kanker Serviks di Indonesia kerap disebut sebagai kanker Leher Rahim tercatat menduduki ranking kedua terbanyak setelah kanker Payudara.

Penyebabnya adalah virus yang menyerang leher rahim atau sebutan bahasa Latin Human Pappilloma Virus (HPV). Infeksi HPV yang sering menyerang kaum perempuan umumnya berusia di atas 40 tahun, meski tidak menutup kemungkinan usia di bawah 40 tahun dapat juga terserang dan kadang tidak disadari oleh kaum perempuan. Penyebabnya adalah karena kurangnya pengetahuan tentang gejala, proses terjadinya infeksi dan pengobatannya. Ditambah lagi dengan faktor kebersihan lingkungan, pola hidup bersih dan sehat serta lingkungan sosial yang jadi pemicu kegiatan dan perilaku seks berisiko di luar pernikahan.

Data statistik dari Badan Pusat Statistik tahun 2010, jumlah perempuan Indonesia berusia 30 sampai dengan 50 tahun berada pada kisaran 35 juta orang. Jumlah penduduk perempuan usia produktif tersebut perlu dikawal terus masalah kesehatan reproduksinya, satu diantaranya adalah pencegahan terhadap kanker serviks melalui upaya skrining untuk deteksi dini kasus kanker serviks. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ditargetkan setiap 5 tahun minimal 80% perempuan usia 30-50 tahun sudah dilakukan skrining. Hingga tahun 2012 jumlah perempuan yang diskrining sudah lebih dari 550 ribu dengan IVA positip lebih dari 25 ribu orang atau 4.5%, suspek kanker leher rahim 1,2 per 1000 dan suspek tumor payudara sebanyak 2,2 per 1000.

Keikutsertaan masyarakat dan pemerintah daerah dalam penurunan jumlah penderita kanker serviks sangat diharapkan. Karena sesungguhnya lebih dari 40% semua jenis kanker dapat dicegah bahkan dapat disembuhkan, asalkan program skrining ditegakkan. Pemerintah Daerah Kabupaten Badung Provinsi Bali adalah contoh baik pemerintah daerah yang begitu gencar bertekad menurunkan angka insiden kanker serviks di Provinsi Bali yang tercatat sebanyak 150 kasus per 100.000 penduduk. Bupati Badung A.A. Gde Agung, SH, begitu gencar mengerjakan program sosialisasi ke banyak kelompok masyarakat, remaja sekolah dan pegawai golongan I, II dan THL di lingkungan Pemkab Badung. Upaya tersebut sebagai wujud program aksi Pemkab Badung untuk mendukung program Pemprov Bali Bebas Kanker Serviks 2020. Kerjasama antara Pemkab Badung dengan Yayasan Kanker Indonesia cabang Kabupaten Badung dalam melakukan program promotif maupun program preventif dengan cara pemberian pengetahuan dan wawasan ke para siswa SD, SMP, SMA, PKK dan seluruh masyarakat Badung patutlah ditiru oleh pemerintah daerah lain.

Peran pemerintah daerah dalam keikutsertaan menurunkan angka jumlah penderita kanker serviks penting, sebagai upaya peningkatan kualitas hidup kaum perempuan yang masuk dalam rentang usia 30-50 tahun dan sekaligus sebagai wujud tanggungjawab kepada kaum perempuan yang terkena kanker serviks. Usia produktif yang berperan besar dalam menanggung beban kelompok usia non-produktif (balita, anak dan lansia) di suatu daerah. Yayasan Kanker Indonesia ikut mendorong peran serta pemerintah daerah untuk ikut serta dan berperan aktif dalam Gerakan Nasilonal Peduli dan Cegah Kanker Serviks (GNPCKS) sebagai upaya peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia.

[A Mufti/amufti2004@gmail.com]

Gambar : Poskotanews.com

5 Responses to “Peran Pemerintah Daerah Provinsi Bali dalam Penanggulangan Kanker Serviks”

  1. Nuniek

    Saya ingin mendapatkan info selengkapnya mengenai kanker servic dan pencegahannya,bagaimana caranya? terima kasih

    Reply
  2. vanessa

    Sebaiknya vaksin kanker serviks maupin vaksin lainnya dimasukkan dalam tanggungan BPJS agar rakyat berinisiatif mencegah kanker ataupun penyakit lainnya yg bisa dihindari melalui vaksinasi.

    Reply

Leave a Reply