YKI Pusat Jalan Sam Ratulangi no 35, Menteng, Jakarta
Apotek: (021) 3920568 | Klinik: (021) 31927464 | Sekretariat: (021) 315 2603
Donasi Berikan bantuan untuk saudara kita sekarang

Artikel dan Berita

Artikel Image 33

Enyahkan Asap Rokok Sebagai Salah Satu Upaya Pencegahan Kanker

Posted on Mon, 28.05.2018

Ayo bebaskan udara bumi kita dari asap rokok

Setiap tanggal 31 Mei,  World Health Organization (WHO) menghimbau penduduk bumi untuk membiarkan dunia bebas dari tembakau (produk produknya seperti rokok, cerutu, sugi/suntil dll) selama satu hari itu . Apakah mungkin dan ada manfaatnya. Kampanye satu hari bebas tembakau tentu tidak…

Selengkapnya >>
  • Artikel Image 33

    Enyahkan Asap Rokok Sebagai Salah Satu Upaya Pencegahan Kanker

    Posted on Mon, 28.05.2018

    Ayo bebaskan udara bumi kita dari asap rokok

    Setiap tanggal 31 Mei,  World Health Organization (WHO) menghimbau penduduk bumi untuk membiarkan dunia bebas dari tembakau (produk produknya seperti rokok, cerutu, sugi/suntil dll) selama satu hari itu . Apakah mungkin dan ada manfaatnya. Kampanye satu hari bebas tembakau tentu tidak akan menurunkan secara berati risiko kerusakan atau hal hal negatif yang diakibatkannya. Perlu diketahui berbagai  kerusakan akibat  produk tembakau membutuhkan waktu yang panjang bahkan ada yang lebih dari 20 tahun baru terdeteksi.  Namun kampanye seperti ini perlu secara terus menerus dilakukan untuk membuktikan jika ada niat dan keinginan maka dunia bebas tembakau dapat terwujud karena  “jika ternyata  sehari kita  bisa bebas dari asap rokok sebagai salah satu produk tembakau seharusnya setiap hari kita bebas dari asap rokok”.  Terlebih bukti lebih akurat adalah selama bulan Ramadhan  milyaran umat Islam yang perokok bisa bebas dari kebiasaannya mulai dari sahur hingga saat berbuka dengan hitungan rata ratanya 12 jam itu. Secara medispun belum pernah ada laporan seorang perokok meninggal hanya karena tidak merokok.

    Mengapa asap rokok perlu diperangi ?

    Dari sekian banyak produk tembakau maka rokok adalah yang paling nyata harus diperangi karena terbukti asap rokok bukan hanya merugikan untuk perokoknya (perokok aktif) tetapi juga orang lain yang bukan perokok mendapat hadiah kebagian asap rokok itu (secondhand smoke =perokok pasif) dan bahkan orang lain terutama anak anak  yang hanya kebagian menghirup partikel asap rokok yang menempel pada rambut, pakaian , sofa atau dinding rumah (thirdhand smoke) orang dewasa perokok aktif.

    Mengapa asap rokok perlu diperangi ?

    Karena asap rokok (tembakau) mengandung puluhan zat yang membahayakan kesehatan dan menjadi risiko untuk berbagai jenis penyakit (tobacco related diseases). Penyakit yang berkaitan dengan rokok antar lain kanker (paling tinggi kanker paru), penyakit paru obstruktif kronik (PPOK=COPD),  penyakit jantung, stroke, asma brokial,dan lainnya.1 Penelitian di Indonesia melaporkan dampak ekonomi bahkan pada keluarga miskin karena  rokok menjadi salah satu pengeluaran biaya rumah tangga yang   cukup besar  setelah pengeluaran untuk pangan dan non-pangan lainnya. Padahal rokok itu tidak berkaitan dengan kebutuhan dasar manusia.2 Pada generasi muda merokok dapat menjadi pintu gerbang terlebar untuk lanjut menjadi pengguna NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya.

    Mengapa merokok / paparan asap rokok menjadi faktor risiko kanker  ?

    Karena asap rokok mengandung banyak bahan atau partikel yang dapat memicu terjadinya kanker (zat-zat karsinogen). Maka salah satu usaha untuk mencegah terjadinya kanker adalah upayakan untuk bebas dari paparan asap rokok. Khusus untuk kanker paru asap rokok memberikan dua hal yang menyebabkan terjadinya kanker : satu dari kandungan zat-zat karsinogen itu dan yang lain adalah iritasi asap rokok pada saluran napas yang terus menerus memicu perubahan pertumbahan sel/ jaringan yang tergerus oleh asap rokok. Penelitian membuktikan peningkatan risiko kanker paru pada perokok juga dipengaruhi  ketebalan asap rokok  (rokok kretek), frekuensi merokok , dan kedalaman isapan pada saat merokok.

    Apa peran nikotin pada perilaku perokok ?

    Kesadaran tentang dampak buruk asap rokok berbahan tembakau kian meningkat dan banyak alternatif usaha untuk dapat berhenti merokok. Sebagian dari kegagalan usaha berhenti merokok itu diakibat ketergantungan /adiksi yang disebabkan oleh nikotin yang ada dalam kandungan asap rokok. Kadar nikotin ini menjadi bahan dagang untuk berbagai merek rokok dengan mencantumkan bahwa “kadar nikotinnya lebih rendah"  tetapi itu merupakan "informasi yang tidak tepat dah bahkan membodohi” karena  justru hal itu menguntungkan secara bisnis. Perokok dengan tingkat ketergantungan tinggi akan mengkonsumsi  rokok  menjadi lebih sering (membeli jumlah batang rokok lebih banya) untuk memenuhi kadar nikotin yang rendah pada sebatang rokok. Beberapa produk pengganti nikotin digunakan untuk terapi berhenti merokok (nicotine replacement therapy)  dengan bentuk dan dosis yang bermacam macam. Sayangnya harganya lebih mahal dari rokok dan membutuhkan tenaga medis dalam program berhenti merokoknya.

    Bagaimana dengan rokok non tembakau , apakah sama bahayanya ?

    Di Indonesia rokok berbahan dasar utama tembakau dapat ditemukan dengan berbagai macam bentuk mulai yang tradisional rokok linting, rokok dengan pipa/cangklong, rokok kretek dan rokok putih ( rokok yang menggunakan saos tembakau) dengan kemasan yang menarik. Namun meningkatnya keinginan masyarakat utuk terhindar dari berbagai penyakit akibat asap rokok dengan semakin gencarnya kampanye anti rokok jusru dimanfaatkan pebisnis  jeli memanfaatkan dengan  memunculkan berbagai alternatif. Berkaitan dengan keinginan untuk berhenti merokok dan padu padan dengan gaya hidup banyak perokok tembakau menggantikan dengan e –cigarrete /VAPE  dan shisha. 

    Vape atau Rokok elektrik  atau E-ciggarete

    Vape menjadi salah satu alternatif pengganti yang dipilih oleh perokok tembakau. Tidak seperti rokok tembakau, Vape atau rokok elektrik  mempunyai berbagai pilihan rasa. Pada penggunaan vape selain pemilihan rasa juga dapat dipilih jenis alat pemanas untuk memanaskan cairan vape yang menggandung nikotin atau biasa dikenal dengan vaporizer (koil). Vaporizer ini tersedia dalam berbagai jenis (1) berbentuk pen  dengan bentuk terkecil dan bisa dibawa ke mana-mana. Vaporizer pen dapat menghasilkan uap dengan cara memanaskan cairan vape. (2) jenis portable dikenal dengan handheld vaporizer bentuknya lebih besar dibandingkan dengan vaporizer pen. Sehingga  bisa dibawa ke manapun, sama seperti vaporizer pen dan (3) jenis dekstop bentuknya lebih besar dan tidak dapat dibawa ke mana-mana. Penggunaan rokok elekrik atau vape "sama berbahaya jadi tidak lebih aman dari rokok" tembakau karena selain sama sama mengandung nikotin yang menyebabkan adiksi atau ketagihan. Penelitian menunjukkan meski tidak sama persis kandungan zat berbahaya seperti  pada rokok tetapi terbukti Vape mempunyai kandungan berbahaya lain yang tidak ada pada rokok. Pengguna Vape dilaporkan berisiko terkena kanker sama seperti rokok. Analisa kandungan asap Vape ditemukan berbagai kadar benzene sebagai salah satu zat karsinogen pada Vape. Karena sama sama menhasilkan asap  yang menggandung nanoperatikel maka risiko yang sama untuk penyakit saluran napas seperti rokok biasa. Sama seperti asap rokok tembakau sebagian asap Vape menjadi jatah untuk bukan perokok yang ada disekitar pengguna Vape.

    Shisha atau waterpipe smoking

    Secara tradisional masyarakat di berbagai wilayah asia timur seperti timur tengah telah menggunakan Shisha sejak lama, namun tampaknya mulai meluas ke belahan bumi lain termasuk Indoensia. Shisa dikenal dengan banyak nama seperti hookang, waterpipe smoking dan hubble smoking. Shisha terdiri dari water jar (kendi) tempat meletakan cairan yang dapat terdiri dari ekstrak tembakau dengan tambahan berbagai rasa buah seperti apel, mangga, dll. Untuk menghasilkan asap cairan itu dipanaskan atau dibakar dengan serbuk kayu, arang atau batu bara. Pemanasan cairan Shisha akan menghasilkan asap/uap. Asap akan dialirkan lewar pipa/tube yang dan pada ujung ada mouthpiece alar penghisap/alat sedot sehingga asap (yang dihasilkan bahan pembakar dan cairan) akan memenuhi mulut hinggu ke paru paru dan sebagian besar asap/uap menjadi bagian yang dihirup orang lain yang berada disekitar pengguna Shisha. Pada dasarnya Shisha sama seperti asap rokok juga mengandung nikotin, tar dan berbagai bahan toxic seperti yang ada pada asap rokok. Penelitian menunjukan Shisha juga menjadi faktor resiko kanker terutama kanker mulut dan kanker paru. 

     

    KESIMPULAN.

    Himbauan untuk perokok : Enyahkan asap rokok. Menhisap / menghirup asap dari rokok tembakau, Vape (rokok elektrik) ataupun Shisha (waterpipe smoking) mempunyai risiko yang sama untuk terjadinya kanker. Adalah tidak benar Vape dan Shisha menjadi alternatif  yang aman sebagai pengganti rokok tembakau. Himbauan untuk bukan perokok : enyahkan asap rokok dengan berani melarang perokok menghembuskan asapnya disekiitar kita untuk mengurangi resiko terkena kanker.

     

    Daftar bacaan

    http://www.lung.org/our-initiatives/tobacco/reports-resources/sotc/by-the-numbers/10-worst-diseases-smoking-causes.html

    Chriswardani S, Ratna K, Ki Hariyadi. Konsumsi rokok rumah tangga miskin di Indonesia dan penyusunan agenda kebijakkannya. http://kebijakankesehatanindonesia.net/sites/default/files/makasar/Forum kebijakan Kes - Chris FKM UNDIP.pdf

    Pankow JF, Kim K, McWhirter KJ, Luo W, , Escobedo JO, Strongin RM, et al. Benzene formation in electronic cigarettes.PLoS One. 2017 Mar 8;12(3):e0173055.

    Canistro D, Vivarelli F, Cirillo S, Babot Marquillas C, Buschini A, Lazzaretti M, et al. E-cigarettes induce toxicological effects that can raise the cancer risk. Sci Rep. 2017 May 17;7(1):2028.

    Mahboub B, Mohammad AB, Nahlé A, Vats M, Al Assaf O, Al-Zarooni H..Determination of Nicotine and Tar Levels in Various Dokha and Shisha Tobacco Products. J Anal Toxicol. 2018 May 10. doi: 10.1093/jat/bky029.

    Alharbi F, Quadri MFA. Individual and Integrated Effects of Potential Risk Factors for Oral Squamous Cell Carcinoma: A Hospital-Based Case-Control Study in Jazan, Saudi Arabia. Asian Pac J Cancer Prev. 2018 Mar 27;19(3):791-6.

    Awan KH, Siddiqi K, Patil Sh, Hussain QA. Assessing the Effect of Waterpipe Smoking on Cancer Outcome - a Systematic Review of Current Evidence. Asian Pac J Cancer Prev. 2017 Feb 1;18(2):495-502.

    Jacob P 3rd, Abu Raddaha AH, Dempsey D, Havel C, Peng M, Yu L, Benowitz NL.Comparison of nicotine and carcinogen exposure with water pipe and cigarette smoking. Cancer Epidemiol Biomarkers Prev. 2013 May;22(5):765-72

    Kozlowski LT.Origins in the USA in the 1980s of the warning that smokeless tobacco is not a safe alternative to cigarettes: a historical, documents-based assessment with implications for comparative warnings on less harmful tobacco/nicotine products. Harm Reduct J. 2018 Apr 16;15(1):21

     

    Sumber Artikel :

    dr. Elisna Syahruddin, PhD, Sp.P (K) 

    * Pengurus Pusat Yayasan kanker Indonesia       

    * Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia- Rumah Sakit Persahabatan Rujukan Nasional Repirasi

     

     

     

    Selengkapnya >>
  • Artikel Image 32

    Kenali Penyebab dan Gejala Kanker Otak!

    Posted on Mon, 21.05.2018

    Kanker otak merupakan kondisi yang disebabkan oleh tumor ganas yang tumbuh dalam otak. Tumor otak sendiri disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal pada jaringan, sel saraf, selaput pelindung otak atau saraf tulang belakang.

    Tumor ganas penyebab kanker otak dapat menyebar secara tidak terkendali ke bagian tubuh dekat otak dengan mengambil tempat, darah dan juga nutrisi yang ada di jaringan tersebut. Bahkan, tidak jarang sel kanker ganas ini menyebar ke bagian tubuh lain yang lebih jauh melalui aliran darah.

    Kanker otak dibedakan menjadi dua, yakni kanker otak utama dan kanker otak sekunder (metastasis). Kanker otak utama disebabkan oleh munculnya salah satu sel dalam otak yang tumbuh tidak wajar dan bertransformasi menjadi sel kanker. Sel yang bertransformasi ini kemudian berkembang sehingga menyebabkan tumor. Sementara itu, kanker otak sekunder atau metastasis merupakan kanker otak yang dipicu oleh tumbuhnya sel tumor di bagian tubuh lain yang menyebar ke bagian otak. Kanker jenis inilah yang tercatat menjadi penyebab kasus kanker otak terbanyak di dunia.

    Penyebab tumor dan kanker otak

    Penyebab terjadinya  kanker otak memang masih belum dapat diketahui. Meski begitu, ada beberapa faktor yang dapat memicu risiko kanker otak pada seseorang, contohnya faktor genetik, racun dari lingkungan berbahaya, radiasi di bagian kepala, infeksi HIV, dan juga kebiasaan buruk merokok.

    Gejala kanker otak

    Awalnya, gejala kanker otak akan sama dengan gejala penyakit-penyakit lainnya yaitu pusing atau sakit kepala, kelelahan, sering merasa bingung, kesulitan berjalan hingga kejang. Pada beberapa kasus, penderita kanker otak juga dapat mengalami kesulitan berkonsentrasi, susah mengingat, mual, muntah, dan mengalami masalah penglihatan.

    Jika Anda terus menerus merasakan gejala yang telah disebutkan di atas, satu-satunya cara untuk mendeteksi adanya kanker otak adalah dengan melakukan CT Scan atau pemindaian otak. Dengan CT scan atau MRI, dokter atau ahli medis dapat mengetahui apakah penyebab gejala yang dirasakan adalah adanya tumor yang menekan bagian dalam otak atau karena adanya pembengkakan akibat peradangan dari tumor. 

    Selengkapnya >>
  • Artikel Image 31

    Perawatan Paliatif Penting Untuk Tumbuhkan Harapan Pasien Kanker

    Posted on Mon, 07.05.2018

    Semarang, 6 Mei 2018 – Seiring dengan meningkatnya insiden kanker di dunia, Yayasan Kanker Indonesia Pusat dan Yayasan Kanker Indonesia Cabang Kota Semarang bersinergi dengan PT Garuda Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Perawatan Paliatif Pasien Kanker di Rumah bagi Tenaga Kesehatan dan Tenaga Pelaku Rawat dilaksanakan di RSUP Dr. Kariadi, Semarang pada tanggal 6 – 8 Mei 2018.

    Paliatif merupakan jenis perawatan yang belum banyak dikenal di masyarakat. Paliatif berasal dari kata palliate yang berarti mengurangi keparahan tanpa menghilangkan penyebab, sehingga dapat dikatakan bahwa upaya paliatif merupakan suatu cara untuk meringankan atau mengurangi penderitaan. Perawatan paliatif sekarang sudah menjadi bagian integral dari pendekatan terapetik terhadap pasien tidak menular seperti kanker. Perawatan paliatif membantu seorang penderita kanker untuk hidup lebih nyaman sehingga memiliki kualitas hidup yang lebih baik sebagai kebutuhan manusiawi dan hak asasi bagi penderita penyakit yang sulit disembuhkan atau sudah berada pada stadium lanjut.

    Prof. Dr. dr. Aru Sudoyo, SpPD, KHOM, FACP selaku Ketua Umum YKI menjelaskan, “Pelatihan Perawatan Paliatif Pasien kanker penting untuk terus dilakukan bagi Tenaga Kesehatan dan Tenaga Pelaku Rawat, namun juga masyarakat. Perawatan Paliatif dapat meningkatkan kualitas hidup pasien, namun juga bagi keluarganya yang berhadapan langsung dengan penyakit tersebut, baik secara fisik, psikososial ataupun spiritual.”

    Menurut WHO jumlah pengidap kanker tiap tahun bertambah 7 juta orang, dan dua per tiga diantaranya berada di negara-negara yang sedang berkembang. Di Indonesia, kanker menjadi masalah kesehatan yang perlu diwaspadai. Tiap tahun diperkirakan terdapat 100 kasus baru per 100.000 penduduk. Ini berarti dari sekitar 240 juta penduduk Indonesia, ada 240.000 pengidap kanker baru setiap tahunnya.

    Kondisi yang ditemukan, hampir sebagian penyakit kanker ditemukan pada stadium lanjut, sehingga angka kesembuhan dan angka harapan hidup pasien kanker belum seperti yang diharapkan meskipun tata laksana kanker telah berkembang dengan pesat. Pasien dengan kondisi tersebut mengalami penderitaan yang memerlukan pendekatan terintegrasi berbagai disiplin ilmu agar pasien tersebut memiliki kualitas hidup yang baik dan pada akhir hayatnya meninggal secara bermartabat.

     

    Yayasan Kanker Indonesia telah mengadakan program perawatan paliatif di rumah sejak tahun 1995 yang berlokasi di Yayasan Kanker Indonesia Lebak Bulus, Jakarta. YKI memiliki potensi sumber daya manusia dan memiliki hubungan baik dengan organisasi profesi kesehatan lainnya untuk memberikan program pelatihan perawatan paliatif untuk pasien kanker perawatan di rumah.

    Terkait dengan hal tersebut, Yayasan Kanker Indonesia terus melakukan pengembangan program perawatan paliatif di YKI Cabang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sepanjang tahun 2017, YKI telah melaksanakan kegiatan pelatihan di beberapa cabang YKI, yakni Kupang, Palembang, Makassar dan Bandung. Sedangkan di tahun 2018 YKI berencana melaksanakan kegiatan pelatihan di Semarang, Jakarta, Samarinda, Banjarmasin, Papua, Aceh, Bandung, Yogyakarta, Padang, Kepulauan Riau, Lampung dan Ende.

    Yayasan Kanker Indonesia Pusat dan Yayasan Kanker Indonesia Cabang Semarang bersinergi dengan PT Garuda Indonesia menyelenggarakan pelatihan perawatan pasien paliatif kanker di rumah untuk tenaga kesehatan dan tenaga pelaku rawat (caregiver) pada tanggal 6 – 8 Mei 2018 di Semarang, Jawa Tengah. Tim pengajar paliatif terdiri dari dokter, perawat, dan fisioterapis. Melalui pelatihan ini diharapkan para peserta akan memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang perawatan pasien paliatif di rumah.

    Selengkapnya >>
  • Artikel Image 29

    Mengenal Kanker Otak

    Posted on Fri, 04.05.2018

    Otak adalah salah satu organ terpenting dalam mengatur organ lain agar dapat berfungsi secara sinergis. Bagaikan ‘Bos’ diantara organ penting lainnya. Bisa dibayangkan jika terjadi masalah pada otak maka sistem pengaturan dan koordinasi akan menjadi kacau. Fungsi luhur seperti berbicara, melihat, berpikir, bergerak, dan lainnya bisa saja terganggu tergantung lokasi kelainnya.

    Tumor otak adalah pertumbuhan sel-sel otak yang tidak terkendali. Tumor otak bisa bersifat jinak ataupun ganas. Tumor ganas pada otak itulah yang kita sebut sebagai kanker otak. Menurut asalnya, tumor otak dikelompokan menjadi tumor primer dan sekunder. Disebut primer jika tumor berasal dari sel otak itu sendiri, sedangkan tumor otak sekunder berasal dari kanker organ lain misalnya akibat penyebaran kanker paru, kanker payudara, maupun kanker lain. Kebanyakan kanker otak merupakan tumor sekunder. Dari seluruh tumor primer otak, astrositoma anaplastik dan glioblastoma multiforme (GBM) meliputi sekitar 38% dari jumlah keseluruhan tumor primer, diikuti oleh meningioma dan tumor mesenkim lainnya sebanyak 27%.

    Kanker otak masih menjadi perhatian dunia, kerena berbagai kemajuan penelitian dan teknologi belum dapat memaksimalkan hasil pengobatan kanker otak. Di Indonesia kanker otak merupakan salah satu kanker terbanyak pada anak. Meskipun demikian, tumor ini dapat terjadi pada umur berapapun. Berdasarkan penelitian, tumor otak sering terjadi pada anak-anak 3-12 tahun dan orang dewasa 40-70 tahun. Risiko kanker otak meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

    Penyebab kanker otak belum sepenuhnya dipahami. Beberapa ahli berpendapat bahwa orang dengan faktor risiko tertentu mempunyai kemungkinan lebih besar mengalami kanker otak. Orang yang bekerja di kilang minyak, industri kimia atau karet mempunyai risiko lebih besar mengalami kanker otak. Faktor lain yang dikaitkan kanker otak adalah riwayat keluarga mengalami kanker otak, merokok, infeksi virus (HIV), dan paparan radiasi.

    Berhubungan dengan penyebab ataupun faktor risiko kanker otak, kita perlu mengkritisi berbagai isu atau rumor mengenai penyebab kanker otak. Disebutkan bahwa radiasi ponsel dapat menyebabkan kanker otak. Hal tersebut telah direspon oleh American Cancer Society dan National Cancer Institute yang menyatakan bahwa frekuensi radio ponsel terlalu rendah untuk dapat menyebabkan kanker otak. Selain itu, isu aspartame (pemanis buatan) yang dikatakan dapat menyebabkan kanker otak juga tidak terbukti kebenarannya.

    Gejala tumor otak sangat beragam, tergantung pada ukuran dan bagian otak yang terlibat. Tumor atau benjolan didalam tulang tengkorak ini bisa menyebabkan fungsi otak terganggu. Penekanan jaringan otak sekitar dapat menyebabkan sakit kepala hebat bahkan kejang-kejang. Gejala lain yang mungkin terjadi adalah mudah lelah dan cenderung mengantuk, atau gangguan pada penglihatan, pendengaran, berbicara, melihat, dan koordinasi gerak. Peningkatan tekanan didalam otak juga dapat meyebabkan penderita muntah-muntah. Selain itu, perubahan kepribadian yang tidak seperti karakter biasanya juga bisa disebabkan oleh kanker ini.

    Perlu diingat bahwa tidak semua gejala sakit kepala ataupun keluhan yang disebutkan diatas merupakan gejala khas untuk kanker otak. Beberapa orang mempunyai keluhan yang tidak spesifik atau bahkan tidak bergejala. Konsultasikan dengan dokter Anda jika mengalami keluahan diatas, diperlukan pemeriksaan lanjut untuk dapat mendiagnosis kanker otak seperti CT-Scan ataupun MRI otak. Pengobatan kanker otak bervariasi, tergantung dari stadium saat ditemukan. Jika masih memungkinakan, kanker otak primer bisa diobati dengan tindakan pembedahan untuk mengangkat sel-sel kanker. Setelah itu, dilanjutkan dengan radioterapi, kemoterapi, atau kombinasi keduanya. Pada stadium lanjut atau kanker otak sekunder, pengobatan berfokus pada pelayanan paliatif. Perawatan ini diutamakan untuk meringankan gejala agar penderita marasa nyaman dan mempunyai hidup yang berkualitas. 

    Dukungan keluarga dan kerabat sangat diperlukan untuk mendampingi penderita dalam mengambil keputusan pengobatan. Konsultasikan kepada ahli Onkologi untuk mendapatkan saran manfaat dari setiap pilihan pengobatan dan memperkirakan efek sampingnya. Pemahaman pasien dan keluarga akan membantu dalam pemilihan pengobatan yang tepat. Pendampingan juga diperlukan selama pengobatan agar panderita tidak merasa tertekan atau depresi terhadap kondisi yang dialami. Pengobatan dan pemulihan untuk penyakit kanker memerlukan waktu cukup lama, maka lakukan dukungan pada orang yang Anda kenal secara terus-menerus dalam menghadapi seluruh perjalanan kankernya. 

     

    ***

    Artikel oleh :

    dr. Fujiyanto

    Sahabat YKI Cabang Kalimantan Barat

    Dokter Umum RSUD dr Soedarso Pontianak

     

     

    Selengkapnya >>
  • Artikel Image 28

    Champion Change at the 2018 World Cancer Congress in Kuala Lumpur

    Posted on Fri, 27.04.2018

     

    The World Cancer Congress in Kuala Lumpur (1-4 October 2018) will convene a multisectoral community of 3’500 foremost cancer and health experts, political and business leaders, scientists and public figures who share a real passion and engagement to reverse the course of cancer and other NCDs. The event aims to strengthen the action and impact of the cancer community on national, regional and international scales through its educational programme that spans the full spectrum of cancer - from prevention and treatment to palliative and supportive care. 
      
    There are many accounts of Congress delegates who took advantage of our educational symposium to further their career and personal development. The story of a paediatrician from South East Asia, expert in molecular genetics, who raised US$100,000 for paediatric cancer after putting into practice what he had learnt at a Master Course, is a great example of how a researcher stepped outside his comfort zone to succeed beyond his expectations. 
      
    This year’s programme includes about 90 multidisciplinary sessions that have been selected for their novel practices in cancer implementation science. Pertinent topics to the South East region such as obesity, tobacco control, HPV vaccination and screening programmes as well as complimentary medicines and economics of cancer care will feature prominently in the agenda. Discover the online programme and start building your own schedule. In addition, capacity building schemes, workshops, discussion cafés, big debates, inspiring plenary speakers and more will also contribute to increase participants’ abilities and skills to empower them to do a better job today. 

    As stated by 
    a past Congress participant, the Congress is more than a conference, it is a global movement and it is about action. So, if you want to showcase your achievements, learn from others’ experiences and meet an incredible range of experts from all backgrounds and countries, the Congress in Kuala Lumpur is the place to be. Register now at http://www.worldcancercongress.org/registration-fees

     

    For more info : https://www.youtube.com/watch?v=juwaYJRDyTI

     

    Selengkapnya >>
  • Artikel Image 26

    PADUAN SUARA SURVIVOR YKI

    Posted on Tue, 24.04.2018

    Maret 2018, Paduan Suara Survivor YKI yang kembali diaktifkan sejak tahun 2016 untuk tampil dalam acara konser HyperLove pada tanggal 19 Desember 2016 di Taman Ismail Marzuki. 

    Pada akhir bulan Maret 2018 mengukir prestasi dengan mengikuti Lomba Vocal Group Lagu-Lagu Daerah Indonesia 2018 dengan tema "Senandung Lagu Nusantara" yang diadakan oleh Rumah Cinta Indonesia bertempat di Museum Bank Indonesia.  

    Pada lomba ini, VG Survivor YKI lolos seleksi awal dari 35 peserta masuk ke dalam 20 kelompok VG yang berhasil lolos ke semifinal dan kemudian masuk ke dalam 10 besar finalis. Dibandingkan dengan para finalis lain yang berusia masih muda, bahkan remaja, anggota VG Survivor YKI berusia antara 52-72 tahun.

    Semoga Paduan Suara Survivor YKI dapat semakin kompak dan berprestasi sehingga memberi semangat kepada pasien dan survivor kanker lain untuk terus berkarya dan berprestasi.

     

    Selengkapnya >>
  • Artikel Image 25

    Mewaspadai Bahaya Kanker Tulang

    Posted on Tue, 24.04.2018

    Kanker tulang berawal dari tumor ganas pada tulang yang dapat menghancurkan jaringan tulang normal. Kanker ini merupakan salah satu dari enam kanker yang kerap menyerang anak-anak di Indonesia selain Leukimia (kanker darah), Retinoblastoma (kanker mata), Neuroblastoma (kanker sel saraf), Limfoma Malignum (kanker kelenjar getah bening) dan Karsinoma Nasofaring (kanker tenggorokan). Tercatat, prevalensi kanker tulang di Indonesia terutama pada anak terus meningkat sejak tahun 2010.

    Kanker tulang dapat menyerang jaringan tulang mana saja di seluruh tubuh, yaitu pada tulang padat, tulang rawan (kartilago), jaringan serat dan jaringan dalam sumsum tulang. Ada tiga jenis kanker tulang yang paling sering diderita berdasarkan tempat sel kankernya bermula, yaitu:

    Osteosarcoma

    Sel kanker jenis ini berawal dari jaringan osteoid pada tulang, sering terjadi pada lutut dan lengan atas.

    Chondrosarcoma

    Sel kanker jenis ini berasal dari jaringan tulang rawan dan sering terjadi di bagian panggul, kaki bagian atas dan bahu.

    Ewing Sarkoma

    Sel kanker terdapat dalam jaringan lunak (otot, lemak, jaringan fibrosa, pembuluh darah atau jaringan pendukung lainnya). Sarkoma ewing ini paling sering terjadi di bagian tulang punggung, panggul, tulang kaki dan lengan.

    Jenis kanker tulang chondrosarcoma dan ewing sarcoma sering terjadi pada remaja atau anak di atas usia 10 tahun. Mengingat tingginya prevalensi kanker tulang terutama pada anak tersebut, kita perlu memahami penyebab atau faktor pemicu kanker tulang agar angka kasus kanker dapat ditekan. Berikut adalah faktor pemicu terjadinya kanker tulang:

    • Sering menjalani terapi radiasi eksternal
    • Pengobatan dengan obat antikanker dosis tinggi
    • Faktor keturunan/genetik
    • Memiliki cacat tulang turunan
    • Memiliki cacat dan implan logam (pen atau plat)

    Kanker tulang yang dipicu oleh faktor non-genetik bisa dicegah dengan cara menerapkan gaya hidup sehat, yaitu menerapkan pola makan sehat dan teratur, rutin berolahraga, istirahat cukup, menghindari rokok dan alkohol dan rutin mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan pencegah kanker.

    Seseorang yang menderita kanker tulang akan merasakan beberapa gejala seperti nyeri pada tulang yang lebih terasa di malam hari atau setelah beraktivitas, pembengkakan, kemerahan dan hangat pada daerah nyeri tulang. Penderita juga rentan alami patah tulang dan nyeri punggung berkepanjangan.

    Selengkapnya >>
  • Artikel Image 24

    HUT 41 Tahun Yayasan Kanker Indonesia “Waspada Bahaya Kanker Mengintai Masyarakat”

    Posted on Tue, 24.04.2018

    Jakarta, 17 April 2018 –  Bahaya kanker semakin gencar  mengintai masyarakat, khususnya yang terus menjalankan gaya hidup tak sehat.  Dalam  Hari Ulang Tahun Yayasan Kanker Indonesia (YKI) ke-41 tahun, YKI mengingatkan masyarakat untuk mewujudkan hidup sehat dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kanker.

    Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. DR.Dr.Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD, KHOM, FACP, FINASIM, mengatakan, “Pada HUT YKI ke-41 tahun, YKI mengucapkan terima kasih kepada segenap pengurus YKI, para donator, volunteer, serta seluruh unsur masyarakat yang telah mendukung penanggulangan kanker, dan terus mengingatkan masyarakat untuk merubah pola hidup tak sehat dengan meningkatkan pengetahuan akan bahaya penyakit kanker,  melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker, serta memahami faktor-faktor  pencetus kanker yang berhubungan dengan perilaku dan lingkungan, hal ini karena kanker terus mengintai kita semua.”

    Kanker dapat dicegah dengan mengurangi faktor risiko, seperti tidak merokok atau terpolusi asap rokok, tidak mengkonsumsi alkohol, melindungi kulit dari paparan sinar ultra violet, menghindari obesitas dengan diet seimbang dan aktivitas fisik, serta mencegah infeksi  yang  berhubungan dengan kanker.  Deteksi atau skrining akan membantu seseorang untuk dapat terdiagnosa lebih dini sehingga memungkinkan pengobatan dengan hasil yang baik.

    Kematian akibat Kanker

    Urutan penyakit kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan adalah kanker payudara, kanker serviks dan kanker kolorektal, sedangkan pada laki-laki adalah kanker paru-paru, kanker kolorektal dan kanker prostat.  Prevalensi kanker kolorektal di Indonesia meningkat srcara signifikan akibat pola konsumsi makanan yang berubah selama 25 tahun belakangan ini.

    Atas dasar tersebut, dalam usianya yang ke 41 tahun, YKI akan meningkatkan fokus pada penanggulangan kanker kolorektal yang juga dikenal dengan kanker usus besar dengan mendorong keterlibatan seluruh unsur masyarakat.

    Tentang Yayasan Kanker Indonesia

    Masalah utama dalam penanggulangan kanker adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kanker dan kesadaran masyarakat untuk melakukan perilaku hidup sehat untuk mengurangi risiko kanker serta melakukan deteksi dini kanker. Akibatnya sebagian besar kanker ditemukan pada stadium lanjut dan sulit ditanggulangi, sehingga memberikan beban yang besar bagi pasien kanker dan keluarganya.

    Berdasarkan kepedulian dan keprihatinan terhadap semakin banyaknya penderita kanker, rendahnya pengetahuan masyarakat akan penyakit ini serta tingginya angka kematian penderita akibat datang berobat pada stadium lanjut, 17 tokoh masyarakat dan pemerhati kesehatan terpanggil untuk mendirikan Yayasan Lembaga Kanker Indonesia (YLKI) pada tanggal 17 April 1977 sebagai organisasi nirlaba yang bersifat sosial dan kemanusiaan di bidang kesehatan, khususnya dalam upaya penanggulangan kanker.

    Selengkapnya >>