YKI Pusat Jalan Sam Ratulangi no 35, Menteng, Jakarta

Hotline Donasi: (021) 3152603 | Apotek : (021) 3920568 | Sekretariat: (021) 3152603

Donasi Berikan bantuan untuk saudara kita sekarang

Artikel dan Berita

Artikel Image 87

Yayasan Kanker Indonesia bersama MS Glow Tingkatkan Kepedulian Generasi Milenial Terhadap Kanker: C

Posted on Wed, 24.02.2021

Jakarta, 23 Februari 2021– Dalam rangkaian Hari Kanker Sedunia 2021, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) didukung oleh MS Glow menggelar webinar bagi kalangan milenial untuk meningkatkan kepedulian dan pencegahan dini terhadap penyakit kanker, khususnya tiga jenis kejadian kanker pada wanita di Indonesia yaitu kanker payudara, kanker serviks dan kanker kolorektal.

Webinar ini menghadirkan pembicara…

Selengkapnya >>
  • Artikel Image 87

    Yayasan Kanker Indonesia bersama MS Glow Tingkatkan Kepedulian Generasi Milenial Terhadap Kanker: C

    Posted on Wed, 24.02.2021

    Jakarta, 23 Februari 2021– Dalam rangkaian Hari Kanker Sedunia 2021, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) didukung oleh MS Glow menggelar webinar bagi kalangan milenial untuk meningkatkan kepedulian dan pencegahan dini terhadap penyakit kanker, khususnya tiga jenis kejadian kanker pada wanita di Indonesia yaitu kanker payudara, kanker serviks dan kanker kolorektal.

    Webinar ini menghadirkan pembicara Wakil Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Ibu Murniati Widodo AS; Pendiri MS Glow, Shandy Purnama; Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik, Dr. Nadia Ayu Mulansari, SpPD, KHOM; dan penyintas kanker aktris Feby Febiola.

    Menurut data GLOBOCAN 2020, estimasi kejadian kanker di Indonesia pada 2020 mencapai 396.914 kasus baru dan sebanyak 234.511 kematian akibat kanker. Sementara itu, para ahli dari Lembaga Riset Kanker di Inggris menemukan bahwa kebanyakan kanker payudara dan kanker rektal dideteksi sepuluh tahun setelah tumbuh. Sementara itu sebuah studi yang diterbitkan dalam Lancet Public Health dari American Cancer Society selama 20 tahun terakhir menunjukkan terjadi peningkatan tajam pada kejadian kanker pada mereka yang berusia 25 sampai dengan 49 tahun, khususnya yang mengalami obesitas.

    Wakil Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Ibu Murniati Widodo AS, mengatakan, “Hanya 5 sampai 10% kanker yang diakibatkan oleh faktor genetika, sedangkan selebihnya disebabkan oleh lingkungan dan pola hidup. Oleh sebab itu, merupakan suatu keharusan bagi generasi milenial untuk waspada terhadap kanker, dengan melakukan pencegahan dan deteksi dini kanker, sebab pola hidup generasi milenial saat ini dapat menentukan kondisi kesehatan mereka 10 hingga 20 tahun mendatang.”

    Pada kesempatan yang sama, pendiri MS Glow Shandy Purnamasari menyampaikan, “MS Glow memahami bahwa tingginya kasus kanker baru dan kematian akibat kanker disebabkan salah satunya oleh keterlambatan penanganan karena kurangnya pengetahuan dan kepedulian masyarakat untuk mencegah dan mendeteksi kanker sejak dini. Untuk itu, dalam rangka Hari Kanker Sedunia, kami memberikan kontribusi dengan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya mengetahui penyebab kanker dan pentingnya melakukan deteksi dini kanker.”

     

    Kanker Payudara

    Menurut GLOBOCAN 2020, di Indonesia terdapat 65.858 kasus baru kanker payudara, dengan jumlah kematian akibat kanker payudara sebanyak 22.430 kasus.

    Dr. Nadia Ayu Mulansari, SpPD, KHOM menjelaskan, “Kebanyakan pasien kanker datang pada stadium lanjut, padahal jika kanker dideteksi dini maka tingkat kesembuhannya akan semakin tinggi. Untuk itu, masyarakat, termasuk generasi milenial perlu mengetahui cara mendeteksi dini. Misalnya, untuk deteksi dini kanker payudara, bisa melakukan SADARI (periksa payudara sendiri) serta tes USG atau tes mammografi, dan kanker leher rahim dengan tes papsmear. Lebih penting lagi adalah mencegah terjadinya kanker sejak usia muda dengan pola hidup sehat, tidak makan-makanan yang diolah, tidak merokok, tidak mengkonsumsi alkohol, dan berolah raga secara teratur.”

    Dr. Nadia menambahkan, ciri-ciri yang perlu diwaspadai pada payudara adalah jika terdapat benjolan pada bagian dalam  bagian dalam payudara (bisa menempel atau tidak),  tidak bergerak, keluarnya cairan dari puting payudara, hingga terjadi hal yang tidak biasa pada kulit payudara, seperti ruam, kulit payudara tertarik dan bersisik, baik pada area sekitar payudara atau pada puting.

     

    Kanker Serviks

    Data Globocan 2020 menunjukkan di Indonesia ditemukan 36.633 kasus baru kanker serviks dengan jumlah kematian sebanyak 21.003 kasus. Kanker serviks menempati peringkat kanker tertinggi kedua pada perempuan di Indonesia.

    Dr. Nadia mengatakan, “Kanker serviks diakibatkan oleh virus human papilloma virus (HPV), dimana perjalanannya memakan waktu 10 hingga 20 tahun sejak terkena virus melalui tahapan-tahapan. Dalam kurun waktu tersebut, setiap perempuan perlu melakukan deteksi dini, jika kelainan  ditemukan pada tahap lesi prakanker, pengobatan mudah dan efektif. Dengan demikian tidak akan sampai terjadi kanker serviks, maka  ancaman kematian yang disebabkan kanker serviks dapat dicegah. Upaya pencegahan kanker serviks dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan IVA atau PAP Smear dan atau HPV test.”

     

    Kanker Kolorektal

    Menurut data GLOBOCAN 2020, angka kejadian kanker kolorektal di Indonesia tahun 2020 mencapai 34.189 kasus.

    Dr. Nadia menjelaskan bahwa gaya hidup sangat mempengaruhi potensi terjadinya kanker. Mulai sekarang, tidak merokok, lakukan aktivitas fisik, berolah raga, terapkan pola makan yang sehat dengan mengurangi asupan karbohitrat, gula, maupun lemak, perbanyak sayur dan buah.

    Dr. Nadia menambahkan bahwa skrining kanker kolorektal dapat menyelamatkan jiwa melalui deteksi dini prakanker dan kanker sehingga dapat disembuhkan. Deteksi dini dapat dilakukan dengan pemeriksaan feses darah samar.

     

    Deteksi Dini Gratis Periode Maret dan rencana kedepan Kerjasama YKI & MS Glow

    Sebagai bagian dari kerjasama Yayasan Kanker Indonesia dengan MS Glow ini, terbuka pendaftaran bagi 100 pendaftar pertama untuk melakukan deteksi dini kanker payudara atau kanker serviks secara gratis melalui tes USG atau mammografi atau papsmear yang akan dilaksanakan pada bulan Maret 2021 di Klinik Yayasan Kanker Indonesia Lebak Bulus.

    Ibu Murniati Widodo AS lebih lanjut mengapresiasi MS Glow yang telah memfasilitasi penyuluhan seputar kanker, dan pemeriksaan gratis kanker payudara dan kanker serviks bagi generasi milenial agar menyadari betapa pentingnya deteksi dini dan pemahaman akan bahaya penyakit kanker.

     

    Tentang MS Glow

    MS Glow berdiri pada tahun 2013, yang merupakan singkatan dari motto kami yaitu Magic for Skin. Berawal dari Penjualan Produk MS Glow skincare dan body care secara online dan telah memperoleh kepercayaan dari jutaan customer sehingga kami terus melakukan pengembangan produk. 

    Kini MS Glow telah berkembang menjadi skincare, bodycare dan cosmetic product yang memiliki Distributor, Agen, Member & Reseller resmi di seluruh Indonesia, bahkan sudah merambah mancanegara. Produk MS Glow memiliki sertifikasi BPOM, Halal dan sudah teruji secara klinis. Tidak hanya sampai disitu, demi kepuasan dan kepercayaan customer kami pun mendirikan MS Glow Aesthetic Clinic yang saat ini sudah ada 11 Cabang di kota-kota besar di Indonesia (Malang, Surabaya, Bali, Jakarta, Bandung, Sidoarjo, Bekasi, Makassar dan coming soon di Semarang & Medan). Dengan menghadirkan berbagai solusi perawatan wajah dan tubuh seperti Laser, Meso, Skin Rejuvenation, V Shape, Microdermabrasi, Beauty transformation dan lainnya yang langsung ditangani oleh dokter ahli.

    Tentang Yayasan Kanker Indonesia

    Masalah utama dalam penanggulangan kanker adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kanker dan kesadaran masyarakat untuk melakukan perilaku hidup sehat untuk mengurangi risiko kanker serta melakukan deteksi dini kanker. Akibatnya sebagian besar kanker ditemukan pada stadium lanjut dan sulit ditanggulangi, sehingga memberikan beban yang besar bagi pasien kanker dan keluarganya. Berdasarkan kepedulian dan keprihatinan terhadap semakin banyaknya penderita kanker, rendahnya pengetahuan masyarakat akan penyakit ini serta tingginya angka kematian penderita akibat datang Siaran Pers berobat pada stadium lanjut, 17 tokoh masyarakat dan pemerhati kesehatan terpanggil untuk mendirikan Yayasan Lembaga Kanker Indonesia (YLKI) pada tanggal 17 April 1977 sebagai organisasi nirlaba yang bersifat sosial dan kemanusiaan di bidang kesehatan, khususnya dalam upaya penanggulangan kanker.

     

    Untuk keterangan lebih lanjut hubungi

    YAYASAN KANKER INDONESIA

    Bidang Humas

    Pratiwi Astar

    Email: humas.yki@gmail.com

    Selengkapnya >>
  • Artikel Image 84

    Program Aksi Penanggulangan Kanker Nasional 2021 bersama TemanKita dari @uphimpactslives dan @benihb

    Posted on Wed, 25.11.2020

    Hai Teman Baik!

    Yayasan Kanker Indonesia bersama TemanKita dari @uphimpactslives dan @benihbaik akan menggalang dana untuk Program Aksi Penanggulangan Kanker Nasional 2021.

    Program Aksi Penanggulangan Kanker Nasional adalah salah satu program rutin yang dilakukan Yayasan Kanker Indonesia setiap tahunnya. Kegiatan-kegiatan di dalamnya sangat bervariasi, seperti: deteksi dini kanker, dukungan ke Rumah Singgah Sasana Marsudi Husada bagi penderita kanker yang kurang mampu (finansial), sosialisasi, training/ workshop, pengadaan alat kesehatan dan terapi medis dll.

    Informasi lengkap mengenai penggalangan dana ini bisa Anda lihat di https://bit.ly/DonasiBenihBaik atau instagram @benihbaik.

    Setiap orang berhak untuk memiliki kebahagiaan, kesehatan, dan dicintai. Segala kasih yang kamu berikan akan menjadi secercah harapan bagi banyak orang dan suatu saat akan kembali pada kamu.

    Dengan berdonasi, kamu sudah menjadi orang yang berdampak bagi kehidupan orang lain. Ayo TemanBaik, let’s spread kindness and love dengan mulai berdonasi! God bless you and stay healthy. #BeAHeroForEveryone

    Selengkapnya >>
  • Artikel Image 70

    PROGRAM PEDULI KANKER YAYASAN KANKER INDONESIA bersama INDOMARET

    Posted on Tue, 29.09.2020

    Sebagai bentuk kepedulian terhadap para pasien kanker payudara dan memudahkan masyarakat untuk ikut andil berdonasi, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) bekerja sama dengan PT. Indomarco Prismatama (Indomaret) menjalankan program donasi “Program Peduli Kanker”. Sebagai bentuk kepedulian untuk para pasien kanker payudara, dimana kanker ini menempati urutan nomor 1 (satu) di Indonesia dibanding jenis kanker lainnya yang dialami oleh wanita.

    Kilas balik mengenai kejadian kanker payudara pada wanita Indonesia berdasarkan data dari Globocan tahun 2018 adalah sebesar 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk. Kanker ini dapat tumbuh dan menyerang jaringan di sekitar payudara, seperti kulit atau dinding dada. Benjolan kanker bisa tumbuh lebih besar di payudara dan menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya atau melalui aliran darah ke organ lain. Kanker ini sangat bisa disembuhkan jika ditemukan sejak awal pertumbuhan. 

    Benjolan kanker bisa tumbuh lebih besar di payudara dan menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya atau melalui aliran darah ke organ lain. Kanker satu ini sangat bisa disembuhkan jika ditemukan sejak awal pertumbuhan. 

    Hal tersebut yang mendasari Yayasan Kanker Indonesia dan Indomaret membuat program ini. Dimana dana yang terkumpul dari program akan disalurkan untuk pembelian alat deteksi kanker payudara. Program donasi berlangsung sejak 1 September – 30 November 2020. Ayo, kita berdonasi untuk kesehatan wanita Indonesia. Informasi lebih lanjut bisa hubungi:  dr. Rebecca N. Angka di nomor (021) 7507447 / 7690704 atau Call Center Indomaret 1500 280.

    Selengkapnya >>
  • Artikel Image 69

    "Pandemi Virus Corona: Tingkat Kecemasan Pasien Kanker Rendah, Ahli Jelaskan" Artikel oleh Kompas

    Posted on Mon, 10.08.2020

    KOMPAS.com - Virus corona baru yang menyebabkan penyakit Covid-19 sangatlah rentan menyerang orang dengan imunitas rendah. Salah satu pasien berisiko terinfeksi virus ini adalah penyintas kanker, yang tentu memiliki imunitas atau sistem kekebalan tubuh yang rendah. Di tengah pandemi virus corona ini, Pokja Kanker Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) bekerja sama dengan Cancer Information and Support Center (CISC) melakukan survei terhadap 355 penyintas kanker di seluruh Indonesia. Hasil survei yang dilakukan untuk mempelajari tindakan para penyintas kanker di tengah pandemi Covid-19 disosialisasikan dalam diskusi daring #LUNGTalk: Pandemi Covid-19 dari Sudut Pandang Penyintas Kanker, Sabtu (1/8/2020).

    "Penelitian ini dilakukan pada 355 pasien pada bulan Juli," kata dr. Elisna Syahruddin, PhD, Sp.P(K)Onk, Ketua Pokja Kanker Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI). Dr Elisna mengatakan pada dasarnya virus corona menyerang orang yang memiliki imunitas rendah. Meskipun tidak ada bukti bahwa orang kanker berisiko tinggi untuk terkena Covid-19, namun, risikonya tetap sama dengan kebanyakan orang. "Risiko semua orang sama, tidak hanya pada orang dengan kanker, maka perilakunya harus dipertahankan," kata dr Elisna.

    Berdasarkan penelitian yang dilakukan di China, tingkat infeksi virus SARS-CoV-2, di salah satu institusi menunjukkan angka 0,79 persen pada pasien onkologi dibandingkan dengan pasien pada umumnya dengan angka 0,39 persen. Bahkan menurut sebuah penelitian dalam jurnal Lancet, pasien kanker paru juga lebih rentan terinfeksi Covid-19. Angka risikonya menunjukkan 25 persen sampai 38 persen dibandingkan dengan pasien kanker lainnya. Survei yang dilakukan menunjukkan hasil yang baik terkait pengetahuan responden tentang Covid-19 dan upaya pencegahan yang perlu dilakukan untuk meminimalisasi risiko penularan.

    Pasien kanker terbiasa mengatur kecemasan.

    Dr Elisna memaparkan tercatat sebanyak 73 persen dari seluruh responden mendapatkan informasi yang cukup terkait pencegahan Covid-19. Di antaranya seperti mencuci tangan, memakai masker, menerapkan jaga jarak dan selalu menjaga imunitas tubuh. "Berdasarkan hasil survei, sebanyak 60,1 persen responden mengakui tingkat kecemasan mereka akibat Covid-19 cukup rendah," ungkap dr Elisna. Sebab, kata dr Elisna, para penyintas kanker telah terbiasa mengatur kecemasan dan stres mereka, bahkan sejak awal dinyatakan memiliki penyakit ini.

    "Kalau kecemasan pada orang kanker itu sudah ada dari awal. Penyintas ini sudah melatih stresnnya sejak dini," jelas dr Elisna. Faktor kecemasan lainnya bagi penyintas kanker yakni pandemi ini mengganggu proses terapi. Sebab, bagi beberapa pasien kanker ada terapi yang tidak dapat ditunda. Selain itu terkait akses ke pusat layanan, menurut dr Elisna, ada 22,5 persen responden yang mencemaskan hal ini. Penelitian serupa tentang bagaimana penyintas kanker menghadapi pandemi virus corona juga telah dilakukan sebelumnya di Zurich pada bulan Februari, serta di sejumlah negara seperti China, Spanyol dan negara lainnya.

    "Penelitian tentang kecemasan terkait Covid-19, hasilnya juga sama dan tidak jauh berbeda," jelas dr Elisna. Penyintas kanker paru Megawati Tanto, yang juga Koordinator Kanker Paru CISC juga memaparkan tantangan yang dihadapi pasien kanker paru selama pandemi ini semakin berat. Megawati mengatakan para pasien kanker, termasuk kanker paru, sangat bergantung pada pelayanan. Jika penindakan dan layanan kesehatan selama masa pandemi ini terganggu, maka juga akan berdampak buruk bagi kesehatan pasien ke depannya. Rekomendasi dari survei ini diharapkan agar akses layanan kesehatan bagi pasien kanker, tetap menjadi prioritas di masa pandemi virus corona saat ini.

    Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pandemi Virus Corona: Tingkat Kecemasan Pasien Kanker Rendah, Ahli Jelaskan",

    Klik untuk baca: https://www.kompas.com/sains/read/2020/08/03/160100023/pandemi-virus-corona--tingkat-kecemasan-pasien-kanker-rendah-ahli-jelaskan?page=all#page3.
    Penulis : Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas
    Editor : Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

    Selengkapnya >>
  • Artikel Image 68

    Pengumuman Resmi Penutupan Sementara Yayasan Kanker Indonesia

    Posted on Thu, 02.04.2020

    Mengingat situasi dan dampak Covid-19 yang masih terus meningkat di Indonesia khususnya wilayah DKI Jakarta, dengan ini kami ingin menyampaikan informasi mengenai jam operasional Yayasan Kanker Indonesia selama masa pandemi. Kami akan informasikan kembali bila ada perubahan jadwal informasi dalam gambar. Semoga situasi akan segera kembali normal kembali.

    1. Yayasan Kanker Indonesia memperpanjang masa TUTUP KANTOR sampai dengan hari Kamis, 9 April 2020 dan akan dibuka kembali hari Senin, 13 April 2020. Ketentuan ini berlaku untuk seluruh kegiatan kantor pusat, klinik, dan apotek.

    2. Permintaan/pembelian obat dari pasien akan dilayani secara on-call dengan prosedur mencatat data obat yang dibutuhkan terlebih dahulu dan distribusi obat akan dilaksanakan sesuai hari yang telah disepakati (1x dalam seminggu). Pertanyaan mengenai apotik dapat menghubungi nomor whatsapp +62813 82112350 (Hanya melayani whatsapp).

    3. Bila ada perubahan jadwal operasional, akan kami informasikan kembali melalui postingan insta stories @yayasankankerid.

    4. Dalam masa pandemi covid-19 saat ini, kami ingin mengingatkan kembali untuk mengikuti hal-hal berikut ini;

    - Menjaga kesehatan pribadi dan keluarga.

    - Sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

    - Jangan keluar rumah bila tidak ada hal yang penting.

    - Gunakan masker bila sedang sakit.

     

    DILIBURKAN BUKAN BERARTI LIBURAN YA..!

     

    Salam Hormat,

    Prof. Dr. dr. Aru W. Sudoyo, Sp.PD, KHOM, FACP

    (Ketua Umum YKI)

    <!--EndFragment-->

    Selengkapnya >>
  • Artikel Image 67

    Hari Kanker Sedunia 2020: Kanker Paru di Indonesia Sebabkan Lebih dari 26 ribu Orang Meninggal

    Posted on Thu, 06.02.2020

    • Kanker paru adalah salah satu kanker paling mematikan di dunia di antara kanker lainnya. Menurut data Globocan 2018, sejumlah 26.095 orang di Indonesia meninggal karena kanker paru-paru setiap tahunnya, dengan 30.023 kasus baru, tertinggi di Asia Tenggara.
    • Saat ini telah tersedia beberapa pengobatan untuk kanker paru, namun tetap diperlukan suatu inovasi pengobatan yang berkelanjutan.
    • Imuno Onkologi merupakan standar pengobatan kanker terbaru di dunia yang membantu meningkatkan angka harapan hidup dan kualitas hidup pasien kanker.

     

    Jakarta, 5 Februari 2020 – Dalam rangka Hari Kanker Sedunia 2020, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Pusat bekerjasama dengan Merck Sharp and Dohme (MSD) menyelenggarakan diskusi media berjudul ”Pendekatan Baru Pengentasan Kanker Paru” -New Approach in Lung Cancer Management, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia  mengenai inovasi dan standar pengobatan terbaru untuk kanker paru yang diterapkan di berbagai belahan dunia.

    Hari Kanker Sedunia 2020 mengambil tema “I am and I will” mengajak partisipasi seluruh pihak untuk mengambil tindakan nyata dalam memerangi kanker. 

    Dalam acara ini, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD, KHOM, FINASIM, FACP, Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Pusat, bertindak sebagai moderator, dengan narasumber dr. Elisna Syahruddin, Ph.D., Sp.P (K) –Spesialis Paru Konsultan; Prof. dr Siti Boedina Sp.PK (K) – Senior Immunologist; dr. Sita Laksmi Andarini, Ph.D, Sp.P (K) – Spesialis Paru Konsultan; dan Albert Charles Sompie – Penyintas Kanker Paru dan YKI Support Group.

    Pengentasan kanker paru menjadi penting mengacu pada data Globocan 2018 dimana   persentase angka kematian kanker paru di Indonesia mencapai 19,3% dibandingkan dengan total kematian dari seluruh kanker lainnya. Penyakit ini merupakan kanker penyebab kematian terbanyak bagi pria sebanyak 22,8% dan menjadi salah satu penyebab kematian utama bagi perempuan sebanyak 14,2%.

     

    Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD, KHOM, FINASIM, FACP, mengatakan, “Kita semua patut waspada dengan jumlah penderita penyakit kanker yang terus meningkat di Indonesia, termasuk kanker paru. Salah satu penyebab utama adalah gaya hidup yang merupakan penyebab 90%-95% dari terjadinya kanker, seperti pola makan yang tidak sehat, merokok, obesitas, infeksi, hingga konsumsi alkohol, sedangkan sisanya diakibatkan faktor keturunan.”

    Prof. Aru menambahkan, “Sangatlah penting melakukan upaya untuk menurunkan berat badan menjadi ideal, membangun pola makan yang sehat, serta melakukan aktivitas fisik secara teratur, dimana hal ini dapat mencegah kemungkinan kanker hinga 30%-35%, disertai dengan deteksi kanker atau skrining guna membantu diagnosa lebih dini sehingga memungkinkan pengobatan dengan hasil yang baik.”

    Saat ini telah tersedia beberapa pengobatan untuk kanker paru, namun tetap diperlukan suatu inovasi pengobatan yang berkelanjutan. Pada kesempatan yang sama, dr. Sita Laksmi Andarini, Ph.D, Sp.P (K), dokter spesialis paru, menjelaskan, “Terdapat kenaikan tingkat survival pada penderita kanker paru di Indonesia dengan kemajuan ilmu dan perkembangan obat-obatan yang ada, dimana pasien dapat bertahan hidup lebih lama bahkan diatas satu dan dua tahun jika dilakukan upaya pencegahan melalui foto atau scan toraks secara rutin, khususnya perokok tinggi dan orang-orang yang sering memiliki gejala ganggung respirasi, serta melakukan deteksi dini.  Kendala yang kerap terjadi adalah karena 80% pasien kanker paru datang ke dokter ketika sudah stadium lanjut.”

    Albert Charles Sompie, penyintas kanker paru dan anggota support group YKI Pusat mengatakan “Melawan kanker bukanlah hal yang mudah. Selain pengobatan, juga diperlukan dukungan keluarga dan orang terdekat sekaligus seluruh elemen masyarakat. Oleh karena ini saya sangat mengapresiasi kerjasama MSD dengan YKI Pusat untuk mendukung peningkatan kesadaran masyarakat mengenai standar terbaru dalam pengobatan kanker di dunia, khususnya kanker paru. Dengan memahami dan mendapatkan pengobatan yang tepat, diharapkan dapat meningkatkan kualitas kehidupan pasien kanker.”

    dr. Aileen Dualan, Executive Director, Asia Pacific Medical Affairs, MSD mengatakan, "MSD adalah pendukung dan mitra setia dari World Cancer Day. MSD senantiasa berjalan bersama dengan para pemangku kepentingan, pasien kanker dan keluarga, peneliti, pemerintah, serta setiap orang yang mendukung upaya dalam melawan kanker diseluruh dunia. Hal ini adalah komitmen kami.”

    MSD sebagai perusahaan terkemuka yang bergerak di bidang penelitian imuno-onkologi telah melakukan lebih dari 1.000 uji coba, termasuk lebih dari 600 uji coba yang menggabungkan imuno-onkologi dengan perawatan kanker lainnya. Uji coba ini mencakup lebih dari 30 jenis tumor, termasuk kanker paru. MSD bermitra dengan peneliti onkologi di seluruh dunia untuk memahami bagaimana imuno-onkologi dapat meningkatkan harapan hidup dan manajemen perawatan kanker jangka panjang.

    George Zaki, Managing Director MSD di Indonesia menambahkan, “Kegiatan media diskusi ini merupakan salah satu wujud komitmen kami untuk terus meningkatkan kesadaran dalam memerangi kanker. Bekerja sama dengan YKI Pusat, MSD Indonesia berharap acara ini dapat memberikan lebih banyak pemahaman kepada para pemangku kepentingan di bidang inovasi perawatan kanker.”

     

    -selesai-

     

    Tentang MSD di Indonesia

    Selama lebih dari satu abad, MSD, perusahaan biofarmasi global terkemuka telah melakukan penemuan untuk kehidupan (Inventing for Life), menghadirkan obat-obatan dan vaksin inovatif untuk berbagai penyakit di dunia. Melalui obat resep, vaksin, terapi biologis, dan produk kesehatan hewan, kami bekerja sama dengan para mitra dan beroperasi di lebih dari 140 negara untuk memberikan solusi kesehatan yang inovatif. Kami juga menunjukkan komitmen untuk meningkatkan akses ke layanan kesehatan melalui program, dan kemitraan yang menjangkau para pemangku kepentingan. Kini MSD terus menjadi yang terdepan dalam hal penelitian untuk memajukan pencegahan dan pengobatan penyakit di seluruh dunia - seperti kanker, penyakit kardiovaskular, dan penyakit menular termasuk virus. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.msd-indonesia.com atau www.msd.com

     

    Tentang Yayasan Kanker Indonesia

    Masalah utama dalam penanggulangan kanker adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kanker dan kesadaran masyarakat untuk melakukan perilaku hidup sehat untuk mengurangi risiko kanker serta melakukan deteksi dini kanker. Akibatnya sebagian besar kanker ditemukan pada stadium lanjut dan sulit ditanggulangi, sehingga memberikan beban yang besar bagi pasien kanker dan keluarganya.

    Berdasarkan kepedulian dan keprihatinan terhadap semakin banyaknya penderita kanker, rendahnya pengetahuan masyarakat akan penyakit ini serta tingginya angka kematian penderita akibat datang berobat pada stadium lanjut, 17 tokoh masyarakat dan pemerhati kesehatan terpanggil untuk mendirikan Yayasan Lembaga Kanker Indonesia (YLKI) pada tanggal 17 April 1977 sebagai organisasi nirlaba yang bersifat sosial dan kemanusiaan di bidang kesehatan, khususnya dalam upaya penanggulangan kanker.

     

    Hari Kanker Dunia

    Hari Kanker Dunia yang diperingati setiap tanggal 4 Februari adalah inisiatif global oleh Union for International Cancer Control (UICC) dengan meningkatkan kesadaran, edukasi, dan aksi baik individual kolektif, dan termasuk pemerintah dengan bekerja bersama untuk membangun dunia dimana jutaan kematian akibat kanker dapat dicegah dan diselamatkan melalui akses terhadap penanganan yang dapat menyelamatkan hidup (life-saving cancer treatment) dan dapat menjangkau setiap pasien dimanapun berada. 

    Pertama kali diperingati di tahun 2000, Hari Kanker Dunia telah menjadi gerakan positif bagi setiap orang dimanapun dengan satu suara untuk menghadapi tantangan besar dalam sejarah. Setiap tahun, ratusan aktivitas dan kegiatan dilaksanakan didunia dengan berbagai komunitas, organisasi, dan individual di fasilitas publik dan online – sebagai pengingat bahwa setiap orang memiliki peran dalam menurunkan dampak karena kanker. Tahun ini Hari Kanker Dunia bertemakan, 'I Am and I Will', adalah tentang komitmen untuk mengambil tindakan nyata.

    Selengkapnya >>
  • Artikel Image 63

    Bisakah Mencegah Risiko Kanker Otak?

    Posted on Fri, 12.07.2019

    Kanker otak disebabkan oleh pertumbuhan abnormal sel di bagian otak yang merusak jaringan otak tempatnya berada. Kondisi pertumbuhan sel yang abnormal tersebut awalnya menyebabkan tumor otak. Namun, tidak semua tumor bersifat kanker dan berujung pada kanker otak.

    Lalu, apa sebenarnya yang dapat memicu pertumbuhan abnormal sel pada otak sehingga menyebabkan tumor atau kanker otak?

    Faktor pemicu tumbuhnya tumor atau kanker otak

    Penyebab pasti mengapa tumor dan segala jenis kanker—termasuk tumor dan kanker yang tumbuh di otak— masih belum dapat diketahui secara pasti. Meski begitu, ada sejumlah faktor yang memengaruhi munculnya tumor atau kanker otak pada seseorang, yakni faktor genetik atau keturunan, adanya paparan zat beracun dari lingkungan sekitar, radiasi yang menyerang kepala (otak), mengidap HIV dan memiliki kebiasaan buruk merokok.

    Jenis tumor dan kanker otak

    Kanker otak terbagi menjadi dua berdasarkan asal mula pertumbuhan sel kanker.

    • Kanker otak utama, disebabkan oleh munculnya salah satu sel dalam otak yang tumbuh tidak wajar, membentuk tumor ganas lalu bertransformasi menjadi sel kanker. Sel kanker ini yang kemudian merusak jaringan, sel saraf, selaput pelindung otak atau saraf tulang belakang.
    • Kanker otak metastasis, atau kanker otak sekunder, merupakan kanker otak yang disebabkan oleh tumbuhnya sel tumor atau sel kanker dari bagian lain dalam tubuh yang menyebar ke otak (melalui proses yang disebut metastasis). Sel-sel kanker tersebut bisa berasal dari bagian payudara (kanker payudara), usus (kanker kolorektal), ginjal (kanker ginjal), paru-paru (kanker paru) atau kulit (kanker melanoma). Penyebaran sel kanker inilah yang kebanyakan menjadi penyebab kanker otak.

    Ciri dan gejala tumor/kanker otak

    Tumor dan kanker otak ditandai dengan gejala yang berbeda-beda, bergantung pada ukuran, letak dan kecepatan tumbuh sel kanker itu sendiri. Biasanya, gejala awal yang dapat dirasakan adalah munculnya rasa sakit kepala yang kian lama semakin bertambah sering dan bertambah parah, timbul rasa mual dan muntah dengan tiba-tiba, tubuh menjadi lemas dan tidak seimbang, muncul kejang, sering hilang fokus, susah berkonsentrasi, hingga muncul masalah pada penglihatan.

    Jika terus menerus merasakan gejala yang telah disebutkan di atas, periksakan kondisi ke dokter untuk mengetahui ada tidaknya risiko kanker. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan tindakan CT Scan atau pemindaian otak.

    Bisakah menekan risiko terserang kanker otak?

    Umumnya, pencegahan terhadap penyakit kanker dapat dilakukan dengan cara mengubah gaya hidup seperti menjaga berat badan normal atau berhenti merokok. Namun, belum diketahui perubahan gaya hidup seperti apa yang bisa mencegah atau menekan risiko seseorang terhadap tumor/kanker otak, kecuali:

    • Menghindari paparan terhadap pestisida dan insektida
    • Menghindari paparan zat kimia berbahaya yang bersifat karsinogen (pemicu kanker)
    •  <!--[endif]-->Menghindari paparan radiasi terutama pada bagian kepala

    Untuk mencegah munculnya risiko kanker lain yang bisa menyebar dan memicu timbulnya kanker otak, hindari pula kebiasaan merokok atau terpapar asap rokok.

    Selengkapnya >>
  • Artikel Image 62

    Apa Gejala Kanker Tulang?

    Posted on Thu, 13.06.2019

    Kanker tulang bermula dari munculnya sel kanker yang merusak jaringan tulang dalam tubuh. Meski diketahui sebagai jenis kanker yang langka bila dibandingkan dengan jenis kanker lainnya (yakni hanya 1%), kanker tulang merupakan kanker yang paling banyak menyerang anak-anak dan remaja usia 10-19 tahun.

    Kanker tulang dapat menyerang jaringan tulang mana saja di seluruh tubuh, contohnya pada tulang padat, tulang rawan (kartilago), jaringan serat dan jaringan dalam sumsum tulang. Berdasarkan munculnya sel kanker, kanker tulang terbagi menjadi empat jenis yaitu:

    • Osteosarcoma

    Sel kanker jenis ini berawal dari jaringan osteoid pada tulang, sering terjadi pada lutut dan lengan atas. Anak-anak dan remaja usia 10 dan 19 tahun memiliki risiko lebih tinggi terhadap kanker tulang jenis ini.

    • Chondrosarcoma

    Sel kanker jenis ini berasal dari jaringan tulang rawan dan sering terjadi di bagian panggul, paha atas dan bahu. Kanker tulang Chondrosarcoma umumnya menyerang orang dewasa di atas 40 tahun.

    • Ewing Sarkoma

    Sel kanker terdapat dalam jaringan lunak (otot, lemak, jaringan fibrosa, pembuluh darah atau jaringan pendukung lainnya). Sarkoma ewing ini paling sering terjadi di bagian tulang punggung, panggul, tulang kaki dan lengan. Sel tumor atau kanker ini kerap menyebar ke bagian lain tubuh, termasuk paru-paru.

    • Chordoma

    Chordoma merupakan jenis kanker tulang yang langka, biasanya muncul di tulang punggung. Kanker tulang jenis ini biasanya menyerang orang dewasa di bagian sacrum (tulang punggung), di pangkal tengkorak,

    Gejala bila terserang kanker tulang

    Umumnya, kanker tulang menimbulkan gejala awal berupa nyeri di bagian tulang. Selain itu, muncul pembengkakan di bagian kulit lengan, dada atau pinggul disertai dengan demam. Kondisi tersebut juga bisa memicu risiko patah tulang dan penurunan berat badan yang mendadak.

    Bila Anda mendapati anak atau anggota keluarga yang mengalami keluhan di atas, periksakan segera kondisinya ke dokter. Tindakan yang dapat diberikan untuk memeriksa apakah seseorang benar atau tidak menderita kanker tulang biasanya beragam, bergantung pada gejala klinis yang dirasakan. 

    Selengkapnya >>