Imunoterapi memberikan #HarapanBaru bagi pasien kanker paru, kanker serviks dan kanker payudara tipe tripel negatif (TNBC)

Apakah Itu Harapan Baru?

Dalam rangka merayakan Bulan Penyintas Kanker, MSD Indonesia Bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) meluncurkan kampanye #HarapanBaru untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap tiga penyakit kanker tersering di Indonesia dan merayakan pasien yang berhasil mengalahkan kanker serta penyintas kanker yang sedang berjuang penuh dengan harapan menjalankan pengobatan.

ilustarasi sedihnya tiga kanker menyumbang kontribusi penyakit terbanyak

Berdasarkan data Globocan 2020, tiga kanker yang menyumbang kontribusi terbesar terhadap beban penyakit kanker di Indonesia adalah kanker paru, kanker payudara, dan kanker serviks. Setiap harinya ada 203 keluarga berduka karena anggota keluarganya meninggal dunia akibat tiga penyakit kanker ganas ini. Source: Data Globocan 2020

#HarapanBaru Kanker bukan Akhir

Meskipun demikian, kanker bukan akhir segalanya bagi seorang penyitas. Dalam mengupayakan keberhasilan melawan kanker, seorang penyitas kanker perlu mempertahankan harapan dengan memiliki semangat hidup yang tinggi dan menjalankan pengobatan yang tepat sesuai arahan dokter.

Kini, di seluruh dunia banyak penelitian sedang dilakukan oleh berbagai organisasi kesehatan yang bertujuan untuk menemukan pengobatan dari jenis kanker. Salah satu terobosan di dunia medis yang dapat memberikan harapan baru bagi penyitas kanker paru, kanker payudara dan kanker serviks adalah pengobatan bernama imunoterapi.

illu harapan baru 1

Imunoterapi #HarapanBaru

illu harapan baru 2

Imunoterapi merupakan bentuk inovasi pengobatan kanker terbaru yang dapat meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh individu untuk mengenali dan menyerang sel kanker. Seperti yang telah kita ketahui, sel kanker memiliki kemampuan 'menyamarkan' diri sehingga sulit dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh. Dengan Imunoterapi, sistem kekebalan tubuh dapat ditingkatkan sehingga bisa mendeteksi sel kanker untuk dihancurkan.

Hasil uji klinis menunjukan pengobatan imunoterapi dapat membantu menghentikan atau memperlambat pertumbuhan sel kanker, mencegah kanker menyebar ke bagian tubuh lain dan membantu sistem kekebalan tubuh bekerja lebih baik dalam menghancurkan sel kanker.

Kanker Paru

 lung cancer illustration

Setiap harinya ada sekitar 95 kasus baru kanker paru di Indonesia dan sekitar lebih dari 3 orang harus meninggalkan keluarganya selamanya setiap jam karena penyakit ganas ini. Source: Data Globocan 2020

Apa itu Kanker Paru?

Kanker Paru adalah tumor ganas yang menyerang organ paru. Pada kanker paru, sel paru menjadi tidak normal dan tumbuh secara tidak terkendali. Source: What Is Lung Cancer? | CDC

lung cancer illustration for death

Jenis Kanker penyumbang kematian paling tinggi di Indonesia adalah Kanker paru (13,2%).

Source: Data Globocan 2020

Gejala Kanker Paru

batuk terus

Batuk terus menerus

batuk darah

Batuk darah
.

nyeri dada

Sakit atau nyeri dada

sesak nafas

Sesak nafas
.

Gejala Kanker Paru tidak khas, kadang disertai dengan mudah lelah dan berat badan turun tanpa sebab yang jelas. Tidak jarang yang dikeluhkan merupakan gejala dari penyebaran kanker ke tempat lain, misalnya nyeri atau patah tulang, sakit kepala atau bahkan kelumpuhan. Source: What Is Lung Cancer? | CDC

#HarapanBaru Pengobatan Kanker Paru:

Untuk mendapatkan pengobatan yang tepat, maka perlu dilakukan tes patologi guna mengetahui tipe mutasi kanker yang ada di dalam tubuh. Dokter akan menentukan teknik pemeriksaan yang tepat untuk mengetahui jenis kanker paru yang di alami. Dari semua kejadian kanker paru, lebih dari 80% merupakan tipe kanker paru bukan sel kecil (Non-Small Cell Lung Cancer atau NSCLC) dan sekitar 60% NSCLC tidak terjadi mutasi reseptor pertumbuhan epidermal (EGFR negatif).

Setelah didiagnosis kanker paru, angka harapan hidup 5-tahun atau persentase pasien yang masih hidup hingga lima tahun adalah sebesar 21%. Rata-rata kelangsungan hidup 5-tahun untuk laki-laki sebesar 17%, sedangkan untuk wanita sebesar 24%. Adapun kelangsungan hidup 5-tahun untuk NSCLC sebesar 26%, bahkan jika sudah pada stadium lanjut atau metastasis (mengalami penyebaran), angka harapan hidup 5-tahun hanya sebesar 8% jika diberikan standar terapi sebelumnya.[i]

Metode pengobatan pada kanker paru secara umum terdiri dari operasi, radiasi, dan terapi sistemik berupa kemoterapi, terapi target dan imunoterapi.Pemilihan metode tersebut didasarkan pada stadium kanker dan hasil dari berbagai tes misalnya mutase EGFR dan pemeriksaan PD-L1.

Terapi target dapat diberikan jika ditemukan mutasi tertentu dan berpotensi untuk memberikan manfaat yang cukup baik. Namun, pilihan terapi sangat terbatas untuk tipe kanker yang tidak terjadi mutasi, dimana sebelumnya hanya tersedia kemoterapi sebagai standar pengobatan.

Dalam beberapa tahun terakhir, sebuah temuan penting dari uji klinis pada kanker paru telah menunjukkan bahwa imunoterapi dapat menjadi pilihan pengobatan untuk tipe kanker paru tanpa mutasi tertentu. Salah satunya, pemberian pengobatan imunoterapi pada pasien kanker paru tanpa mutasi EGFR, menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan standar pengobatan kemoterapi saja.[ii]

Berdasarkan rekomendasi American Society of Clinical Oncology (ASCO), Imunoterapi sebagai terapi lini pertama pada pasien dengan kanker paru bukan sel kecil (NSCLC) metastatik dan nilai tertentu PD-L1 dengan nilai tertentu, memberikan manfaat angka harapan hidup dua kali lebih baik dibandingkan pengobatan dengan kemoterapi saja.[ii]

Bahkan, pasien kanker paru stadium lanjut dan memiliki ekspresi PD-L1 dengan nilai tertentu, yang diterapi dengan imunoterapi memiliki angka harapan hidup 5-tahun hingga 31,9%. Artinya, imunoterapi memberikan angka harapan hidup 5-tahun sebesar empat kali lebih tinggi dibandingkan standar pengobatan kemoterapi dan menurunkan angka risiko terjadinya efek samping berat (derajat 3 – 5) hingga 22%.[ii]

Dengan adanya imunoterapi di Indonesia, pasien kanker paru dengan ekspresi PD-L1 tinggi dapat merasakan manfaat yang lebih baik dibandingkan dengan standar pengobatan sebelumnya dengan efek samping yang lebih ringan dibandingkan kemoterapi.

Source:

  • [i]
    American Cancer Society. 2021. Lung Cancer Early Detection, Diagnosis, and Staging. https://www.cancer.org/cancer/lung-cancer/detection-diagnosis-staging/staging-nsclc.html. Diakses pada 6 Juni 2022
  • [ii]
    American Society of Clinical Oncology (ASCO). 2021. Educational Book - Immunotherapy for Advanced Non–Small Cell Lung Cancer: A Decade of Progress. Diakses pada 6 Juni 2022

Kanker Payudara

Kewaspadaan terhadap penyakit kanker payudara secara umum menjadi sangat penting mengingat hasil riset The International Agency for Research on Cancer yang mengeluarkan GLOBOCAN 2020 menunjukkan bahwa kejadian baru kanker payudara di seluruh dunia menempati urutan pertama dengan sekitar

2,3juta
kasus baru

&

680ribu
kematian

Di Indonesia, kanker payudara, menempati peringkat tertingi sebagai kanker tersering dengan jumlah kasus baru mendekati 66 ribu dan tingkat kematian
lebih dari 22 ribu jiwa pada 2020. Source: Data Globocan 2020

breast cancer illustration case

Apa itu Kanker Payudara?

Merupakan keganasan pada jaringan payudara dan menjadi kanker terbanyak pada wanita di Indonesia. Source: What Is Breast Cancer? | CDC

Gejala Kanker Payudara pada umumnya berupa

  • 1
    Benjolan di payudara
  • 2
    Puting susu tertarik ke dalam, atau keluar cairan
  • 3
    Kelainan kulit payudara: tekstur seperti kulit jeruk, ketarik ke dalam, Iuka hingga bernanah
  • 4
    Benjolan di ketiak dan pembengkakan lengan

Source: What Is Breast Cancer? | CDC

Cara Deteksi Dini

breast cancer detection
  • Pemeriksaan rutin bisa dilakukan setiap 2 tahun sekali. Pada wanita usia lebih dari 50 tahun.
  • Wanita usia 40-44 tahun boleh mulai melakukan pemeriksaan, penapisan, tahunan dengan mamogram jika bersedia; sedangkan pada usia 45-54 tahun dianjurkan untuk melakukan mamografi setiap tahun. (Rekomendasi American Cancer Society tahun 2021)

Pemeriksaan dapat berupa:

usg payudara

USG Payudara

konsultasi

Konsultasikan ke dokter untuk cara pemeriksaan yang baik untuk Anda

Source: What Is Breast Cancer Screening? | CDC

*faktor risiko kanker payudara adalah usia ≥50 tahun, mutase genetik riwayat reproduksi, memiliki payudara padat, memiliki riwayat kanker payudara atau ovarium, terapi sebelumnya dengan radioterapi, dan paparan obat diethylstilbestrol (DES).

#HarapanBaru Pengobatan Kanker Payudara:

  • Kanker payudara stadium awal yang terdeteksi sejak dini, memiliki potensi untuk sembuh yang lebih tinggi setelah tindakan operasi.
  • Salah satu jenis kanker payudara adalah kanker payudara tripel negatif (TNBC) sebagai jenis kanker agresif yang tumbuh dengan pesat, sebab negatif dari ekspresi reseptor estrogen, progesteron, dan juga HER2. TNBC cenderung sudah menyebar saat ditemukan, dan kemungkinan muncul kembali setelah dirawat lebih tinggi dibandingkan jenis kanker payudara lainnya.[i] TNBC menjadi penyebab sekitar 10-20 persen dari keseluruhan kasus kanker payudara secara total dan pada umumnya menyerang wanita dibawah usia 40 tahun*. Menurut sebuah penelitian pada tahun 2014, kejadian TNBC menjadi terbesar kedua di Indonesia diantara tipe kanker payudara lainnya dengan persentase 25%.[iii]
  • Berdasarkan data SEER* dari the American Cancer Society yang dikelola oleh the National Cancer Institute (NCI), secara keseluruhan angka harapan hidup 5-tahun untuk kanker payudara tripel negatif adalah 77%, tetapi pasien kanker payudara tripel negatif stadium lanjut dengan metastasis jauh memiliki angka harapan hidup 5-tahun yang jauh lebih rendah yaitu 12%.[i]
  • *pada populasi kulit hitam atau yang memiliki mutase BRCA1
  • Metode pengobatan pada kanker payudara secara umum terdiri dari 3 hal utama yaitu operasi, radiasi, dan terapi sistemik berupa kemoterapi, terapi hormonal, terapi target dan imunoterapi. Namun, khusus untuk TNBC, pilihan terapi sistemik yang tersedia jauh lebih terbatas, dimana sebelumnya kemoterapi merupakan satu-satunya pilihan.
  • Dengan perkembangan inovasi pengobatan, mulai tahun 2022 imunoterapi telah disetujui oleh BPOM untuk terapi TNBC stadium lanjut. Data uji klinis menunjukan bahwa 1 dari 2 pasien kanker TNBC mendapatkan manfaat dari terapi kombinasi imunoterapi dan kemoterapi.[ii]
  • Penemuan terbaru di dunia medis yang dipublikasikan oleh ASCO mengenai pengobatan TNBC stadium lanjut, kombinasi imunoterapi dengan kemoterapi sebagai pengobatan lini pertama bagi pasien TNBC dengan tumor yang memiliki nilai ekspresi PD-L1 tertentu* dapat mengurangi risiko kematian hingga 27% dibandingkan dengan pemberian kemoterapi saja.[ii]
  • Source:

    • [i]
      American Cancer Society. 2021. Lung Cancer Early Detection, Diagnosis, and Staging. https://www.cancer.org/cancer/lung-cancer/detection-diagnosis-staging/staging-nsclc.html. Diakses pada 6 Juni 2022
    • [ii]
      American Society of Clinical Oncology (ASCO). 2021. Educational Book - Immunotherapy for Advanced Non–Small Cell Lung Cancer: A Decade of Progress. Diakses pada 6 Juni 2022
    • [iii]
      Universitas Gadjah Mada. 2019. Raih Doktor Usai Teliti Kanker Payudara Triple Negatif. Diakses pada 28 September 2021 melalui https://www.ugm.ac.id/id/berita/18429-raih-doktor-usai-teliti-kanker-payudara-triple-negatif

    Kanker Serviks

    Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan kanker penyebab kematian tertinggi ketiga di Indonesia setelah kanker paru dan kanker payudara. Berdasarkan data Globocan 2020, setiap harinya ditemukan ~100 kasus baru kanker serviks di Indonesia, dengan ~57 perempuan Indonesia meninggal setiap harinya

    breast cancer illustration death

    Artinya, setiap jam, dua perempuan Indonesia harus meninggalkan keluarga mereka untuk selamanya karena kanker serviks. Source: Data Globocan 2020

    serviks cancer illustration case

    Apa itu Kanker Serviks?

    Kanker Serviks atau Kanker Leher Rahim adalah kanker yang berkembang di bagian leher rahim. Kanker ini menempati urutan ke 3 dari 10 kasus kanker terbanyak pada wanita di Indonesia. Source: Data Globocan 2020

    Gejala yang Mungkin Terjadi

    • 1
      Perdarahan dari vagina
      peendarahan icon
    • 2
      Keluar cairan yang tidak biasa dari vagina
      keluar cairan icon
    • 3
      Rasa sakit setiap kali berhubungan seksual
      sakit icon

    Kanker serviks pada stadium awal dapat tanpa disertai gejala apapun, sehingga penting untuk melakukan deteksi dini secara berkala

    Source:What Are the Symptoms of Cervical Cancer? | CDC

    hpv icon

    Pencegahan:

    Vaksinasi HPV

    Vaksinasi HPV telah direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan dapat membantu memberikan perlindungan terhadap jenis HPV yang paling sering menyebabkan kanker serviks, mulai dari usia 9 hingga 45 tahun.

    Cara Deteksi Dini:

    Pap Smear

    Mendeteksi adanya sel-sel abnormal yang berpotensi berubah menjadi sel kanker. Disarankan pada wanita yang telah aktif secara seksual Usia 25-49 tahun. setiap 3 tahun sekali usia lebih dari 50 tahun, setiap 5 tahun.

    IVA (Visual Asam Asetat)

    Pemeriksaan sederhana, cepat. dan gratis (Program Pemerintah). IVA bisa dilakukan di Puskesmas.

    Source: Cervical Cancer Prevention | CDC

    papsmear icon

    Penyebab Kanker Serviks!

    Sebagian besar kanker serviks telah diketahui penyebab utamanya adalah infeksi dari human papilloma virus (HPV). Selama masa infeksi virus HPV, wanita yang terinfeksi tidak muncul gejala apapun. Hal ini merupakan faktor penyebab terbesar tingkat kematian kanker serviks sangat tinggi dan dikenal juga sebagai silent killer pada wanita, yang mengakibatkan banyak pasien baru terdiagnosa dengan kanker serviks setelah mencapai stadium lanjut.

    Pada perempuan yang didiagnosa dengan kanker serviks yang persisten, berulang atau metastasis memiliki tingkat kelangsungan hidup yang rendah.

    Berdasarkan data SEER* dari the American Cancer Society yang dikelola oleh the National Cancer Institute (NCI), secara keseluruhan tingkat kelangsungan hidup 5 tahun untuk kanker serviks adalah 66%, tetapi pasien kanker serviks stadium lanjut dengan metastasis jauh memiliki tingkat kelangsungan hidup 5 tahun yang jauh lebih rendah yaitu 17%.[i]

    Source:
    [i] American Cancer Society. 2021. Lung Cancer Survival Rates | 5-Year Survival Rates for Lung Cancer. Diakses pada 6 Juni 2022

    #HarapanBaru Pengobatan Kanker Serviks:

    Pada stadium awal, dilakukan operasi pengangkatan sebagian atau seluruh organ rahim, radioterapi, atau kombinasi.

    Pada stadium lanjut, dilakukan radioterapi dan/atau kemoterapi, dan operasi Jika memungkinkan. Namun, setelah bertahun-tahun dengan kemajuan terbatas dalam pengembangan pilihan pengobatan baru untuk kanker serviks yang persisten, kambuh atau metastasis, saat ini telah ditemukan kemajuan dalam harapan hidup dengan penambahan imunoterapi terhadap standar pengobatan sebelumnya. Kombinasi terapi ini berhasil menurunkan risiko kematian hingga 36% dibandingkan jika diterapi dengan standar pengobatan sebelumnya tanpa tambahan imunoterapi.[i]

    Dalam pedoman medis yang baru-baru ini diterbitkan oleh American Society of Clinical Oncology (ASCO) untuk pasien kanker serviks yang persisten, telah mengalami kekambuhan atau metastasis, data uji klinis dari kombinasi imunoterapi dengan standar pengobatan sebelumnya dapat memberikan manfaat 35% lebih baik untuk tidak mengalami perburukan penyakit dan memberikan angka harapan hidup 33% lebih lama jika dibandingkan dengan standar pengobatan sebelumnya saja. [i]

    Source:
    [i]American Society of Clinical Oncology (ASCO). 2021. ASO Guidline - Management and Care of Patients With Invasive Cervical Cancer: ASCO Resource-Stratified Guideline Rapid Recommendation Diakses pada 6 Juni 2022

    Dengan adanya imunoterapi di Indonesia, penyintas pasien kanker paru, kanker payudara dan kanker serviks sekarang memiliki harapan baru untuk melawan perkembangan kanker di tubuhnya, sehingga bisa tetap menjaga semangat untuk masa depan.

    Saat ini, modalitas pengobatan sistemik dengan imunoterapi telah tersedia di rumah sakit yang melayani pengobatan kanker. Namun, perlu diketahui juga bahwa tidak semua kanker paru, payudara dan serviks dapat diterapi dengan imunoterapi.
    Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan informasi terbaik sesuai dengan keadaan pasien.

    Copyright © 2022 PT Merck Sharp & Dohme Indonesia, a subsidiary of Merck & Co., Inc., Rahway, NJ, USA. All rights reserved. Wisma BNI 46, 27th Floor, Jl. Jenderal Sudirman Kav.1, Jakarta, 10220, Indonesia. ID-NON-00310. Exp date: 6/23